Di Kabupaten Jepara, pelaksanaan salat idul fitri wilayah Kota dipusatkan di Alun-alun Jepara 1. Agar menjaga kondusifitas karena perbedaan lebaran, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara menghimbau anggotanya untuk menunda pelaksanaan open house.
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara Sholeh Sudarsono mengatakan, Muhammadiyah Kabupaten Jepara menyelenggarakan salat Idulfitri di lebih dari 50 titik yang tersebar di 16 kecamatan. ”Untuk wilayah Kota, terpusat di Alun-alun 1 Jepara,” ungkapnya.
Dari pantauan di lapangan, salat Idulfitri tersebut dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Sholeh memprediksi, peserta salat Idulfitri di Alun-alun Jepara ada sekitar 1.500 jamaah. Pagi itu, yang bertugas menjadi imam dan khatib salat adalah Legisan Samtafsir asal Jakarta.
Ia menegaskan pelaksanaan salat id oleh Muhammadiyah di alun-alun rutin dilaksanakan. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan jajaran pemerintah kabupaten Jepara serta aparat penegak hukum. Menurutnya, selama ini tak ada kendala dalam proses perizinan tersebut.
”Untuk open house tidak ada. Silaturahmi biasa. Untuk menjaga kondusifitas di daerah masing-masing,” tandas Sholeh.
Sementara itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jepara ikut memantau jalannya salat Idulfitri di Alun-Alun 1 Jepara. Dalam hal ini, yang ikut memantau adalah Penjabat (PJ) Bupati Jepara Edy Supriyanta yang didampingi Kapolres Jepara AKBP Warsono dan Komandan Kodim Jepara Letkol Inf M. Husnur Rofiq. Mereka bertiga bahkan menyempatkan diri untuk mengucapkan Lebaran bagi masyarakat Jepara yang berlebaran lebih dahulu.
”Alhamduliillah lancar, aman, dan terkendali. Mudah-mudahan perbedaan waktu ini bukan jadi masalah. Tapi tetap dalam satu kesatuan,” tegas Edy. (rom/khim) Editor : Abdul Rokhim