Sekitar pukul 10 pagi, tampak warga memadati area Klenteng Hian Thian Siang Tee, Welahan. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Sementara itu, alat musik khas juga sudah dimainkan. Sekitar pukul 11.00, undian kirab dimulai. Ada 32 tandu yang dibawa, berasal dari berbagai klenteng di Indonesia. Paling jauh dari Padang, Sumatera Barat. Tandu kongco mendapat jatah arak-arakan paling terakhir karena menjadi yang utama. Rombongan mengarak tandu dan dewa sejauh empat kilometer. Dari Klenteng Dewa Obat Hian Thian Siang Tee menuju Klenteng Hok Tek Bio.
Inarto, warga dari Semarang mengatakan ia dan rombongan berangkat dari Semarang pukul 7 pagi. Tradisi mengunjungi antar Klenteng ini telah ia lakukan sejak kecil—tahun 1970an. Kali ini, ia ingin ikut memeriahkan hari besar dewa di klenteng tertua se-Indonesia ini. Ia sangat antusias.
“Biasanya juga ke Tuban, bersama-sama keluarga. Hari jadi dewa juga. Tapi kali ini beda karena seperti kembali ke kampung halaman, dulu saya besar di Welahan. Sekalian liburan di Jepara juga,” kata Inarto. (nib) Editor : Ali Mustofa