Sebelumnya, pembangunan taman ikonik tersebut sempat terhenti karena anggaran. Pertama kali, pembuatan tugu dikucur hingga Rp 3 miliar. Pembangunan sempat terhenti karena refocussing anggaran. Tahun ini, untuk kelanjutan pembangunan, anggaran ditambah hingga Rp 500 juta.
Terdapat ikon khas Jepara. Berupa pahat, palu, dan macan kurung. Digadang-gadang bisa menjadi penanda kota yang khas dari Kota Ukir di perbatasan Demak-Jepara di Welahan. Tugu juga diharapkan menjadi lokasi bersantai masyarakat sekitar, kumpul sore dan spot foto.
Area taman sempat ditumbuhi lumut dan semak belukar saat pengerjaannya dihentikan. Joko, salah satu pekerja menjelaskan taman tersebut kini sudah selesai diperbarui. Hanya tinggal menunggu pembersihan rumput liar di depan lokasi. Juga pemasangan lampu.
Penataan taman tersebut diketahui dimulai sejak 8 Juli. Pengerjaannya ditenggat 150 hari kalender hingga 4 Desember.
Tampak taman tersebut kini didominasi warna krem dan cokelat. Di depannya juga dibangun pot permanen.
Menurut informasi warga sekitar, taman tersebut masih sepi. Terutama pada malam hari. Saat malam, lokasi menjadi sangat gelap karena tidak ada penerangan. Warga sekitar menanti adanya penerangan. Bila sudah terang, mereka yang berjualan di sekitar kawasan akan senang. Warga lainnya juga tidak takut bila ingin mampir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ary Bachtiar menjelaskan pihaknya akan memasang lampu pekan ini. Namun untuk penggunaan penuh, baru bisa digunakan pertengahan Desember 2022.
Pihaknya juga berencana membenahi bahu jalan depan tugu. Jalan tersebut memang tidak bisa dilintasi. Sebelumnya, jalan tersebut juga kerap digunakan parkir oleh truk-truk besar yang melintas. (nib/war) Editor : Ali Mustofa