Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kelenteng Hian Thian Siang Tee Jepara Persembahkan 1 Kwintal Babi di Hari Jadi Paduka Dewa

Ali Mustofa • Rabu, 5 Oktober 2022 | 21:45 WIB
PERSEMBAHAN UNTUK DEWA: Jemaah Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan, Jepara, menyiapkan suguhan untuk menyatakan bentuk syukur kepada Kongco kemarin. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
PERSEMBAHAN UNTUK DEWA: Jemaah Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan, Jepara, menyiapkan suguhan untuk menyatakan bentuk syukur kepada Kongco kemarin. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
JEPARA – Jemaah Kelenteng Hian Thian Siang Tee menggelar perayaan hari besar Kongco. Selain meriah, ada persembahan babi dengan berat 1 kwintal.

Dari pantauan wartawan sekitar pukul 14.00 kemarin, salah satu kelenteng tertua di Indonesia tersebut, ramai dikunjungi jemaah. Ada enam lilin besar yang dinyalakan dalam perayaan itu. Di samping meja dupa. Meja yang ada di dekat ruang ibadah terdapat persembahan sesaji, buah, dan makanan.

Di kanan dan kirinya ada persembahan hewan ternak. Babi dan kambing. Sementara di dalam klenteng para jamaah melaksanakan prosesi ibadah. Di depan kelenteng ada gelaran wayang kulit.

Photo
Photo
KHUSYUK: Jemaah Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan, Jepara, beribadah menyatakan bentuk syukur kepada Kongco kemarin. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

Ketua Kelenteng Dewa Langit Welahan Jepara Dicky mengatakan, jemaah yang datang ada sekitar 150 orang. Berasal dari berbagai kota. Seperti Kudus, Semarang, Surabaya, dan Jakarta.

Sebelum sembahyang besar, pihaknya mengadakan serangkaian acara. Mulai pada Minggu (2/10) lalu dimulai dengan sembahyang Pang Ping. Berikutnya pertunjukan liong dan barongsai. Dilanjut sembahyang King Mie Swoa. Lalu dilanjut menyambut Hari Sing-Thian Paduka.

”Kalau dalam Islam ini mirip Hari Raya Kurban. Setiap tahun hampir sama. Dari kami untuk hari kesempurnaan juga ada pertunjukan liong dan barongsai," jelas Dicky.

Ia menambahkan, pihaknya sengaja merancang perayaan dengan wayang. Agar warga sekitar tidak melupakan tradisi Jawa. ”Ada wayang kulit dan dari dulu memang ada. Artinya budaya ini nggak akan kami lupa," imbuhnya. (nib/lin) Editor : Ali Mustofa
#jepara #Hari Jadi Paduka Dewa #wayang kulit #hari raya kurban #Kelenteng Hian Thian Siang Tee #hari besar Kongco