Kepala DPUPR Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Cipta Karya Hanief Kurniawan menjelaskan untuk urusan lampu stadion, pihaknya menemui kendala. Pasalnya, lampu yang terpasang merupakan model lama.
Sebagian besar kerusakannya terjadi pada lampu dan ignitornya. Untuk mencari itu, pihaknya mencoba mencari stoknya di beberapa dealer milik salah satu merk lampu. ”Bahkan sempat mendatangkan pihak dealer untuk mendatangkan model lampu seperti ini. Sedang diusahakan untuk dicari model yang sama,” ungkapnya.
Hanief menegaskan mengupayakan agar masalah lampu tersebut bisa selesai bulan ini. Pasalnya, dalam bulan ini, Persijap Jepara dijadwalkan menjalani salah satu laga kandang di malam hari. ”Kami usahakan di tahun ini bisa terpenuhi. Anggaran yang dianggarkan, masih menunggu info dari pihak dealer,” tegas Hanief.
Sebelumnya, tim inspeksi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dalam persiapan gelaran Liga 2 kompetisi 2022 menginspeksi Stadion GBK Jepara sebagai kandang Persijap 11 Agustus lalu. Hasilnya, masalah pencahayaan menjadi salah satu catatan yang diberikan.
Pasalnya, pencahayaan di stadion tersebut masih di bawah standar yang ditentukan PT LIB. Minimal pencahayaan stadion sekitar 800 lux untuk bisa menggelar laga di malam hari. Namun dari hasil pengecekan yang dilaksanakan dari siang hingga malam hari, pencahayaan Stadion GBK Jepara hanya sekitar 463 lux. (rom/war) Editor : Ali Mustofa