Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kesulitan Solar, Nelayan di Jepara Pilih Parkirkan Perahu

Ali Mustofa • Jumat, 2 September 2022 | 16:33 WIB
PERSIAPAN: Nelayan Demaan, Jepara, memperbaiki mesin kapal di pelabuhan setempat kemarin. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
PERSIAPAN: Nelayan Demaan, Jepara, memperbaiki mesin kapal di pelabuhan setempat kemarin. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
JEPARA – Nelayan Jepara mengeluhkan kesulitan mendapatkan solar. Stok di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kosong. Mereka memilih memarkirkan perahu ataupun kapal di pelabuhan.

Zafaron, nelayan asal Demaan, Jepara, harus membawa beberapa jeriken kosong ke rumahnya. Awalnya, ia berharap jeriken itu akan terisi solar. Sehingga, ia dan teman-temannya satu profesi bisa melaut. Bersama komunitas nelayan di Demaan, Zafaron bahkan sempat membuat kan “pom mini” untuk digunakan bersama. “Pom mini” tersebut akan ia gunakan bersama komunitasnya untuk “ngangsu” solar. Sehingga para nelayan tidak kehabisan. Seperti yang sudah-sudah. Sayangnya, “pom mini” itu tidak bisa terisi penuh. Karena solar sulit didapat.

Ia sedih karena ada beberapa teman-teman nelayannya tidak melaut. Dua hingga tiga hari ini. Karena tidak mendapat solar. Kata Zafaron, di SPBU, solar selalu habis.

Zafaron tidak sendiri. Kumeidi, ketua komunitas nelayan di Jobokuto juga merasakan hal yang sama.

Ia dan nelayan lain sudah tidak berangkat dua hari karena solar tidak ada. “Tolong bantuannya agar masyarakat bisa kerja untuk menghidupi keluarga,” kata Kumeidi.

Sementara itu, keadaan Solikhul dan nelayan di Mlonggo tidak jauh berbeda. Ia bahkan bercerita belakangan ini nelayan wilayah utara seperti Mlonggo dan Donorojo sempat pergi ke Ujungbatu, Jepara untuk mencari solar. Padahal, jaraknya tidak dekat. Saat sampai di tempat, tidak ada hasil.

Jauh-jauh mencari solar, Solikhul dan nelayan lain juga sudah membawa surat rekomendasi dari desa. Bukti bahwa mereka betul-betul nelayan yang membutuhkan solar. Ia sering geram. Dua hingga tiga kali mencari solar dalam sehari hingga keluar daerah tapi hasilnya nihil. Bukan tak mungkin bila ke depannya keadaan masih sulit, ia dan teman-teman akan mengadakan demonstrasi besar-besaran.

Solikhul mengaku geram dengan keadaan saat ini. Ia menduga kondisi ini diperparah dengan permainan pihak SPBU yang hanya mau memberikan solar kepada orang tertentu saja. Ia juga menemukan kecurangan saat mengisi solar. “Misal beli 70 ribu, yang didapat solar senilai Rp 65 ribu, dan seterusnya,” keluh Solikhul.

Kepala Subbag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Jepara Heru Sutamaji belum bisa menjawab saat dikonfirmasi oleh Jawa Pos Radar Kudus. Sementara itu, dalam pembahasan terakhir disebutkan bahwa untuk stok bahan bakar seperti solar akan disubsidi melalui bio solar. Dari 32 SPBU yang ada, hanya ada 21 SPBU yang tersedia biosolar.

Untuk SPBN, tidak ada yang beroperasi baik. Termasuk salah satunya yang tidak beroperasi sejak lama, yakni SPBN di Mlonggo. (nib/zen) Editor : Ali Mustofa
#jepara #kesulitan solar #parkirkan perahu #stok bahan bakar #nelayan jepara