Warga membawa berbagai jenis makanan untuk dilarung ke laut. Ada buah anggur, pisang, kelapa segar, berbagai kue, bubur manis, nasi, ayam, dan sate. Makanan dibawa ke pinggir laut, didoakan, lalu warga bisa mengambilnya. Ada sinden dan alat musik di sampingnya. Warga bisa ikut menari sambil menikmati makanan itu.
Sementara itu, tampak belasan perahu berlayar ke tengah laut. Jaraknya sekitar dua mil dari pinggir pantai. Di sana, ada salah satu kapal yang membawa sajian makanan untuk dilarung. Warga yang ikut terlihat antusias. Anak-anak juga antusias menyaksikan prosesi larungan.
Deysa, 11, mengaku senang dengan adanya sedekah laut ini. Ia mengaku gembira melihat banyak kapal ada di laut. Tahun-tahun sebelumnya ia juga kerap menyaksikan acara tahunan ini.
Yanto, ketua panitia mengatakan acara ini menjadi tanda syukur warga yang mayoritas nelayan. Juga tradisi turun temurun. “Pernah dulu ada 70 kapal yang ikut serta, acaranya besar,” ungkap Yanto.
Tak hanya sedekah laut, warga juga bisa menyaksikan wayang yang digelar di sekitar pantai. (nib/war) Editor : Ali Mustofa