Kegiatan itu yang diikuti 30 orang itu dimulai sekitar pukul 16.30. Kegiatan sembahyangan pertama digelar di Kelenteng Hok Tek Bio. Para jemaat menggelar peribadatan di teras dan di dalam kelenteng. Usai itu, dilanjutkan dengan kegiatan membakar kertas yang diletakkan di sebuah tampah. Hal serupa juga dilaksanakn di Kelenteng Hian Thian Siang Tee. Kegiatan di dua kelenteng tersebut rampung sekitar pukul 17.00 sore. Dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah antar umat.
”Tahun ini lebih meriah dibanding tahun lalu. Apalagi setelah adanya vaksin. Sebagian besar umat lebih mantab untuk turut datang beribadah di kelenteng. Yang datang ada dari Kudus, Semarang, juga Jakarta,” terang Kepala Yayasan Pusaka Kelenteng Welahan Dicky Sugandhi.
TERBATAS: Jemaat Kelenteng Welahan bersembahyang di teras Kelenteng Hok Tek Bio Welahan kemarin. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)
Ia menjelaskan kegiatan tersebut sudah jadi tradisi Klenteng Welahan. Setelah dilaksanakan bersih-bersih abu, dilanjutkan dengan mengantar para dewa yang disembah naik ke kayangan. Dalam hal ini dewa yang diantarkan adalah Dewa Hian Thian Sang Tee.
Agenda serupa juga bakal diagendakan setelah Hari Raya Imlek 3 Februari mendatang. Bedanya, dalam ritual tersebut untuk menyambut sang dewa turun dari kayangan. Sembahyangan Kongco Cie`ang istilahnya.
Dalam momen Imlek tahun ini, Dicky mengatakan di Kelenteng Welahan tak menggelar acara apapaun. Terlebih situasi saat ini masih pandemi Covid-19. Meski begitu, tradisi imlek di Welahan tetap dijalankan. Yakni silaturahmi ke kerabat yang lebih tua. ”Hampir sama dengan tradisi Idul Fitri,” ungkapnya.
Sementara dalam malam Cap Go Meh yang jatuh 15 hari setelah Tahun Baru Imlek, Kelenteng Welahan hanya menggelar semabahyang bersama. Setelah itui dilanjutkan dengan makan-makan lontong Cap Go Meh. (him) Editor : Ali Mustofa