Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Investasi 2026, Ternyata Ini yang Jadi Sorotan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:53 WIB
MEMBANGGAKAN: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi dalam acara ALI 2026 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, kemarin. (PEMPROV JATENG UNTUK RADAR KUDUS)
MEMBANGGAKAN: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi dalam acara ALI 2026 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, kemarin. (PEMPROV JATENG UNTUK RADAR KUDUS)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mendapat apresiasi atas kinerja pelayanan investasinya.

Dalam ajang Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026 yang digelar Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jateng berhasil meraih peringkat ketiga untuk kategori provinsi dengan layanan investasi terbaik di Indonesia.

Posisi tersebut menempatkan Jawa Tengah setelah Maluku Utara dan Jawa Timur.

Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara ALI 2026 yang berlangsung di Ruang Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta.

Menurut Ahmad Luthfi, capaian tersebut merupakan hasil kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama berbagai pihak yang selama ini mendukung peningkatan kualitas pelayanan investasi di Jawa Tengah.

Penghargaan tersebut, lanjut Luthfi, sekaligus menjadi dorongan bagi Pemprov Jateng untuk terus memperbaiki pelayanan kepada calon investor.

Kecepatan dalam proses perizinan, kemudahan akses layanan, serta pelayanan yang prima dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan investor.

"Ini menjadi semangat untuk kita. Sebab, salah satu pintu masuk investasi adalah adanya perizinan yang cepat, mudah, dan pelayanan prima," kata Luthfi.

Minta Pelayanan Investasi Lebih Proaktif

Luthfi meminta seluruh jajaran terkait tidak berhenti setelah memperoleh penghargaan. Kinerja pelayanan investasi justru perlu terus ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih proaktif.

Petugas diminta melakukan jemput bola kepada calon investor, memberikan pelayanan secara ramah, serta aktif menggali kebutuhan dan kendala yang dihadapi investor.

Dengan pola tersebut, pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi secara lebih cepat dan tepat.

Data realisasi investasi Jawa Tengah pada semester I 2026 menunjukkan nilai yang mencapai Rp59,94 triliun.

Angka tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp25,92 triliun atau 53,40 persen, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp22,62 triliun atau 46,60 persen, serta investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebesar Rp11,40 triliun.

Realisasi tersebut berasal dari 55.989 proyek dan mampu menyerap 213.217 tenaga kerja.

Pemerintah berharap pertumbuhan investasi dapat terus memberikan dampak terhadap pembukaan lapangan kerja, penguatan ekonomi daerah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Investasi adalah salah satu cara menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kita," ujar Luthfi.

Layanan Investasi Jadi Kunci

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Roslan Roeslani menilai kualitas layanan investasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun iklim investasi nasional.

Pelayanan yang baik diharapkan mampu mendorong masuknya investasi dari dalam maupun luar negeri sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Menurutnya, penciptaan lapangan pekerjaan masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara bersama-sama oleh pemerintah.

"Investasi adalah salah satu program yang membuat lapangan pekerjaan tercipta dan berjalan baik," kata Roslan.

Ia juga mengapresiasi kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota yang turut berkontribusi dalam mendorong perkembangan investasi dan industri.

Roslan menambahkan, sistem pelayanan investasi yang terukur dan terstruktur dapat memberikan kepastian bagi investor, baik dari sisi waktu maupun proses pelayanan.

Karena itu, pemerintah dituntut bekerja cepat, memberikan pelayanan yang baik, serta memastikan kebijakan yang dihasilkan memberikan dampak terhadap perekonomian.

Indonesia juga harus mampu bersaing dengan negara-negara lain dalam menarik investasi.

Karena itu, peningkatan kualitas layanan menjadi salah satu bagian penting agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan investasi regional.

Selain Pemprov Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Semarang juga memperoleh penghargaan dalam ajang tersebut.

Sementara itu, Kabupaten Karanganyar berhasil masuk nominasi enam besar untuk kategori layanan investasi yang sama. 

Editor : Ali Mustofa
investasi Jateng Anugerah Layanan Investasi 2026 layanan investasi Ahmad Luthfi jawa tengah