Rp 8,4 Miliar APBD Jateng Digelontorkan untuk Perbaikan Jembatan Colo, Ini Penampakannya

Zainal Abidin RK • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 07:06 WIB
SERIUS: Pemprov Jateng menangani titik krusial di Jalan Colo Kudus bahkan dirancang dengan model semi flyover atau jembatan khusus guna mengantisipasi struktur tanah yang labil.
SERIUS: Pemprov Jateng menangani titik krusial di Jalan Colo Kudus bahkan dirancang dengan model semi flyover atau jembatan khusus guna mengantisipasi struktur tanah yang labil.

KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8,4 miliar dari APBD Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan Jembatan Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Perbaikan dilakukan setelah jembatan menuju kawasan wisata religi Sunan Muria tersebut mengalami longsor pada Januari 2026.

Penanganan tidak sekadar memperbaiki bagian jembatan yang terdampak. Pemprov Jateng juga memperkuat struktur pondasi dengan metode bored pile untuk mengantisipasi kembali terjadinya pergeseran tanah maupun longsor.

Staf teknik pengawasan Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Harjono, mengatakan penggunaan bored pile merupakan hasil perencanaan teknis setelah mempertimbangkan kondisi lokasi.

“Setelah terjadinya longsor pada Januari 2026, dari perencanaan kalau pakai DPT takutnya terjadi longsor lagi atau terjadi guling lagi. Makanya tim perencanaan Dinas PUPR merencanakan konstruksinya menggunakan bored pile,” ujarnya.

CEK: Seroang petugas menggunakan alat khusus untuk membangun jalan utama Colo-Kudus belum lama ini.
CEK: Seroang petugas menggunakan alat khusus untuk membangun jalan utama Colo-Kudus belum lama ini.

Pekerjaan tersebut memiliki masa kontrak mulai 29 Juni hingga 25 Desember 2026. Saat ini, pelaksanaan memasuki tahap persiapan dan pengerjaan pondasi bored pile.

Dalam konstruksinya, tiang bored pile memiliki diameter sekitar 80 sentimeter dengan panjang keseluruhan sekitar 25 meter. Sekitar 15 meter di antaranya ditanam ke dalam tanah sebagai pondasi.

Sementara bentang jembatan yang ditangani mencapai sekitar 66 meter, dengan lebar bervariasi antara 6 hingga 10 meter.

Selain memperkuat jembatan, proyek tersebut juga mencakup pembangunan drainase di sisi utara sepanjang sekitar 100 meter. Sejumlah utilitas di sekitar lokasi juga dipindahkan agar tidak mengganggu proses pengerjaan.

“Saluran dari sisi kiri dari Kudus sudah dikerjakan. Kemudian kita juga memindahkan utilitas, termasuk tiang telepon, utilitas air minum, jaringan Telkom maupun vendor lainnya,” jelas Harjono.

Untuk pekerjaan pondasi, kontraktor menggunakan drilling rig untuk membuat lubang bored pile, kemudian dilanjutkan pemasangan tulangan dan pengecoran beton. Pengerjaan pondasi dikebut untuk mengantisipasi meningkatnya intensitas hujan.

“Untuk antisipasi musim hujan, kita mengejar target bored pile pada September, Oktober, dan November ini. Pokoknya pondasi bored pile diselesaikan semuanya dulu,” ungkapnya.

Setelah pondasi rampung, pekerjaan berlanjut pada pile cap, abutment, pier head, pembesian, dan pengecoran balok beton. Struktur tersebut nantinya menopang lantai jembatan.

Harjono mengatakan penanganan jembatan tidak mengubah desain dasar yang ada. Lebar badan jalan akan dikembalikan seperti kondisi sebelumnya.

“Tidak mengubah desain awal atau gambar lama. Jadi tetap dikembalikan seperti semula,” katanya.

Proyek dengan nilai sekitar Rp 8,4 miliar tersebut diharapkan dapat mengembalikan kelancaran akses dari Kudus menuju kawasan wisata religi Sunan Muria. Jalur tersebut juga memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat Colo yang bergantung pada mobilitas wisatawan dan peziarah.

“Harapannya lalu lintas dari Kudus ke wisata religi Sunan Muria atau Gunung Muria bisa lancar. Ini juga untuk memperlancar perekonomian, terutama di Kelurahan Colo,” pungkasnya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sebelumnya menjelaskan agar konstruksi jalan menuju ke wisata religi Sunan Muria itu dibangun lebih kuat menahan pergeseran tanah dan risiko longsor, desain teknis perbaikan dievaluasi kembali. Penanganan pada titik krusial di Jalan Colo Kudus bahkan dirancang dengan model semi flyover atau jembatan khusus guna mengantisipasi struktur tanah yang labil.(dik)

Editor : Zainal Abidin RK
colo-kudus jateng Ahmad Luthfi