KABUPATEN SEMARANG — Sekelompok anak punk terlibat keributan dengan pedagang cilok dan warga di depan sebuah SPBU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Keributan tersebut terjadi setelah pedagang menegur rombongan anak punk yang berada di sekitar lokasi berjualan karena keberadaan mereka membuat calon pembeli merasa takut.
Kapolsek Tengaran Iptu Budi Prihanto mengatakan, rombongan anak punk tersebut sebelumnya menepi di sekitar SPBU karena salah satu sepeda motor yang mereka gunakan mengalami mogok.
Baca Juga: Produksi Terpenuhi, Bawang Merah Brebes Mulai Diekspor ke Thailand
Di lokasi itu, terdapat pedagang cilok dan pedagang bakso yang sedang melayani pembeli.
Teguran dari pedagang kemudian memicu perselisihan. Anak punk yang tidak terima disebut merusak motor dan gerobak milik pedagang cilok.
Gerobak tersebut ditendang hingga dagangan cilok berhamburan dan kondisi gerobak mengalami kerusakan.
Keributan selanjutnya meluas hingga melibatkan pedagang cilok, pedagang bakso, serta sejumlah warga yang berada di sekitar tempat kejadian.
Baca Juga: Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T
Video mengenai peristiwa tersebut kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah pemuda yang disebut sebagai anak punk terlibat keributan dengan warga.
Budi mengatakan, polisi bersama anggota TNI yang berada di sekitar lokasi segera mendatangi tempat kejadian untuk menghentikan bentrokan.
Sebanyak 11 anak punk diamankan ke Mapolsek Tengaran. Namun, karena situasi di sekitar kantor polisi sempat kembali ramai setelah sejumlah warga mendatangi Mapolsek, mereka kemudian dibawa ke Mapolres Semarang.
Baca Juga: Bukti Daya Tarik Wisata Sejarah Tetap Kuat: Lawang Sewu Tembus 1,63 Juta Kunjungan
Akibat bentrokan tersebut, sekitar lima anak punk mengalami luka-luka dan dibawa ke Puskesmas Tengaran untuk mendapatkan perawatan medis.
Pedagang cilok juga dilaporkan mengalami luka pada bagian wajah setelah terlibat dalam keributan tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, hingga Rabu (16/9/2026), polisi masih memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian itu.
Budi menyampaikan bahwa belum ada penetapan tersangka karena pemeriksaan masih berlangsung.
Polisi juga memastikan situasi di wilayah Tengaran telah kembali aman dan terkendali. (*)
Editor : Mahendra Aditya