SEMARANG — Jalan Gombel Lama di Semarang resmi dibuka kembali untuk lalu lintas pada Minggu, 6 September 2026 pukul 22.00 WIB, lebih cepat dari target semula setelah perbaikan longsoran dan amblesan tuntas dalam 4,5 bulan.
Pembukaan dilakukan usai koordinasi dengan Satlantas untuk memudahkan pengondisian arus kendaraan, sekaligus menandai berakhirnya penutupan ruas vital yang sempat mengganggu mobilitas warga.
Penutupan Jalan Gombel Lama dilakukan sejak 20 April 2026 karena terjadi longsoran dan amblesan di dua titik yang membuat struktur jalan tidak aman untuk dilalui.
Target awal penyelesaian perbaikan adalah tujuh bulan dengan perkiraan rampung pada November 2026, namun cuaca yang mendukung dan percepatan pekerjaan di lapangan memungkinkan proyek selesai dalam 4,5 bulan.
Baca Juga: Kondisi Sekolah Dasar di Kudus Jadi Sorotan, 700 Ruang Kelas Mengalami Kerusakan, Pemkab Lakukan Ini
Pekerjaan rekonstruksi yang dilaksanakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY ini menyasar dua titik perbaikan utama dengan anggaran Rp16,7 miliar.
Penanganan teknis mencakup pemasangan bored pile sedalam 28 meter untuk memperkuat struktur, penataan drainase permukaan, serta pemasangan sistem subdrain guna mengalirkan air bawah tanah yang selama ini menjadi pemicu instabilitas tanah.
Pasca pembukaan, Jalan Gombel Lama kembali diberlakukan satu arah dari arah Srondol menuju Semarang bawah, sementara akses ke Jalan Gombel Baru (tanjakan Gombel Baru) ditutup dengan water barrier karena jalur tersebut kembali menjadi rute utama dari arah Jatingaleh.
Baca Juga: Datang Berempat, Cukup Bayar Dua: Promo Semarang Zoo untuk Peserta MTQ Nasional 2026
Pengguna jalan menyambut positif pembukaan ini, mereka mengaku lega karena tidak lagi terjebak kemacetan akibat rekayasa lalu lintas dua arah di tanjakan Gombel Baru yang sempat memperlambat arus hingga kecepatan sekitar 20 km/jam.
Permukaan jalan kini terlihat lebih mulus dan landai dengan lapisan aspal baru serta marka putih yang jelas, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan lebih bagi pengendara.
BBPJN juga memberikan garansi ketahanan struktur jalan hingga 10–50 tahun ke depan, menandakan bahwa perbaikan ini dirancang untuk jangka panjang dan tidak sekadar pemulihan sesaat.
Dibukanya kembali Jalan Gombel Lama, aktivitas masyarakat dan pergerakan kendaraan di kawasan perbukitan Gombel, Banyumanik, diharapkan kembali normal seperti sebelum penutupan.
Pemerintah daerah dan BBPJN akan terus memantau kondisi jalan pascapembukaan untuk memastikan tidak ada gangguan baru, sekaligus mengantisipasi potensi dampak dari aktivitas proyek besar di sekitar kawasan tersebut. (*)
Editor : Ali Mustofa