SEMARANG – Suasana ruang kelas IA SDN Sendangmulyo 03, Kecamatan Tembalang, Semarang, tampak porak-poranda setelah tertimpa pohon besar dari area pemakaman yang berada di samping sekolah.
Bagian atap kelas mengalami kerusakan parah hingga rangka besi dan material bangunan terlihat jatuh ke dalam ruangan.
Meja dan kursi siswa berserakan, sementara dinding kelas yang biasa digunakan untuk memajang hasil karya anak-anak juga mengalami kerusakan.
Sejumlah potongan kayu besar masih terlihat berada di dalam ruang kelas setelah pohon yang berusia tua tersebut roboh dan menghantam bangunan.
Meski kondisi ruang kelas mengalami kerusakan, aktivitas sekolah tetap berjalan seperti biasa.
Para siswa tetap datang mengenakan seragam, mengikuti kegiatan belajar, berolahraga, hingga mengambil makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ruang kelas IA yang terdampak sementara dikosongkan dan para siswa dipindahkan ke ruangan lain.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (28/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB ketika proses pembelajaran sedang berlangsung.
Guru kelas IA, Hayu, mengatakan kejadian berlangsung secara tiba-tiba saat para siswa baru kembali masuk kelas setelah jam istirahat.
Menurutnya, suara keras akibat pohon tumbang membuat siswa panik. Beberapa anak sempat berteriak dan menangis karena kaget melihat bagian atap kelas roboh.
“Anak-anak langsung kaget, saya juga terkejut karena kejadiannya tiba-tiba,” ujar Hayu saat ditemui di sekolah, Selasa (28/7/2026).
Melihat kondisi tersebut, guru langsung mengambil tindakan cepat dengan mengevakuasi seluruh siswa keluar dari ruang kelas.
Beruntung, tidak ada satu pun siswa maupun guru yang mengalami luka dalam kejadian tersebut.
“Langsung kami evakuasi keluar. Alhamdulillah tidak ada yang terluka,” ungkapnya.
Usai kejadian, petugas Polsek Tembalang mendatangi lokasi dan memasang garis polisi di sekitar ruang kelas yang rusak.
Para siswa juga diimbau tidak mendekati area tersebut demi menjaga keselamatan.
Kegiatan Belajar Dialihkan Sementara
Wakil Kepala SDN Sendangmulyo 03, Munafiah, memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung setelah insiden pohon tumbang tersebut.
Namun, ruang kelas IA belum dapat digunakan karena kondisi atap yang mengalami kerusakan berat dan akan mendapatkan penanganan dari Dinas Pendidikan.
Untuk sementara, siswa kelas IA dipindahkan ke ruang kelas II dengan sistem pembelajaran bergantian.
Siswa kelas I masuk mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, kemudian kelas II menggunakan ruangan tersebut mulai pukul 10.00 hingga 13.30 WIB.
Munafiah menjelaskan, pohon yang tumbang tersebut diperkirakan sudah berusia cukup tua.
Akar pohon diduga tidak lagi kuat sehingga roboh dan mengarah ke bangunan sekolah.
“Diperkirakan akarnya sudah tidak kuat, kemudian pohon roboh ke arah barat dan menimpa atap ruang kelas IA,” jelasnya.
Ruang kelas IA yang terdampak diketahui dihuni oleh 28 siswa. Selain ruang tersebut, kelas IB dan IC yang berada dalam satu deretan juga dikosongkan sementara sebagai langkah antisipasi.
Munafiah menambahkan, keselamatan siswa menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian tersebut. Respons cepat para guru membuat seluruh siswa berhasil dievakuasi sebelum kondisi semakin membahayakan.
“Begitu terdengar suara keras, bapak dan ibu guru langsung mengeluarkan anak-anak dari kelas. Alhamdulillah semua siswa dan guru selamat,” pungkasnya. (ifa)
Editor : Ali MustofaSumber : Radar Semarang