SEMARANG – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan kereta api barang peti kemas di perlintasan sebidang Kokrosono, Pindrikan, Kecamatan Semarang Tengah, bertambah menjadi dua orang.
Korban kedua diketahui bernama Rujito (45), warga Kaliasin, Kuningan, Semarang Utara.
Ia mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di RSUP dr Kariadi Semarang setelah mengalami cedera berat di bagian kepala.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 06.50 WIB.
Saat itu, Rujito mengendarai sepeda motor Honda Supra X125 sambil membonceng dua keponakannya yang hendak diantar ke SDIT Al Qalam, Ngemplak Simongan, Semarang Barat.
Keduanya adalah Zafran Ibrahim Al Mujahid (12) dan Hafizh Raihan Ali (9).
Saat melintasi perlintasan rel ganda Kokrosono, sepeda motor yang mereka tumpangi tertabrak kereta api barang peti kemas hingga ketiganya terpental beberapa meter dari lokasi kejadian.
Polisi Masih Dalami Penyebab Kecelakaan
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi peristiwa tersebut.
Ia membenarkan telah menerima informasi mengenai meninggalnya Rujito dari pihak rumah sakit.
Namun, kepolisian masih melakukan pengecekan sebelum menyampaikan keterangan lebih rinci kepada publik.
Berdasarkan dugaan sementara, pengendara diduga tetap melintas meski palang pintu perlintasan telah tertutup karena kereta api akan melintas.
Seluruh Korban Mengalami Cedera Kepala
Benturan keras menyebabkan ketiga korban mengalami luka serius, terutama di bagian kepala.
Semuanya sempat dievakuasi ke RSUP dr Kariadi Semarang dalam kondisi masih bernapas.
Seorang saksi menyebut kondisi para korban saat dievakuasi sangat memprihatinkan.
Bahkan Rujito sempat terlihat masih membuka mata ketika dibawa menuju rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Suasana Duka di Rumah Korban
Jenazah Rujito dimakamkan di TPU Boom Lama, Semarang Utara, pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Suasana duka tampak menyelimuti kediaman korban. Tenda berwarna hijau didirikan di depan rumah sebagai tempat warga dan kerabat memberikan penghormatan terakhir.
Ketua RT setempat, Tri Priyanto, mengatakan Rujito meninggal sekitar pukul 12.30 WIB saat masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Ia juga menjelaskan bahwa dua anak yang dibonceng Rujito merupakan keponakannya.
Biasanya mereka diantar oleh orang tua masing-masing, namun pada hari kejadian orang tua kedua anak tersebut berhalangan sehingga Rujito menggantikan mengantar mereka ke sekolah.
Sementara itu, satu korban yang selamat, yakni Zafran Ibrahim Al Mujahid, masih menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang.
Kondisinya dilaporkan telah sadar, dapat diajak berkomunikasi, dan masih menunggu pemeriksaan lanjutan berupa rontgen.
Editor : Ali Mustofa
Sumber : Radar Semarang