RADAR KUDUS – Kebakaran yang diduga dipicu kebocoran tabung gas elpiji terjadi di sebuah warung makan di Jalan Veteran, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Senin (6/7/2026) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan seorang pegawai warung bersama anak perempuannya mengalami luka bakar dan harus mendapatkan penanganan medis.
Beruntung, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bagian bangunan lain sehingga kerusakan yang ditimbulkan tidak semakin meluas.
Korban yang mengalami luka bakar diketahui bernama Muhammad Arifin (40). Sementara putrinya, Intan (15), juga mengalami luka bakar di bagian telapak kaki akibat berada di lokasi saat kebakaran terjadi.
Baca Juga: Polisi Ringkus Komplotan Ganjal ATM di Temanggung, Korban Kehilangan Rp20 Juta
Berawal Saat Hendak Mengganti Tabung Gas
Istri Arifin, Antiani (34), menceritakan peristiwa bermula sekitar pukul 09.30 WIB ketika dirinya hendak mengganti tabung gas di dapur warung.
Namun, sesaat setelah proses penggantian dilakukan, terdengar suara desisan cukup keras yang diduga berasal dari kebocoran regulator atau tabung gas.
"Saya mau mengganti gas, lalu terdengar suara desisan yang cukup keras," ujar Antiani saat ditemui di lokasi kejadian.
Merasa khawatir, ia segera memanggil suaminya untuk memeriksa kondisi tabung gas tersebut.
Tabung Dipindahkan, Api Tiba-tiba Muncul
Mengetahui adanya dugaan kebocoran, Arifin segera membawa tabung gas ke kamar mandi yang berada di samping dapur dan meletakkannya di dalam ember sebagai langkah awal untuk mengurangi risiko.
Saat itu belum terlihat adanya kobaran api.
Namun beberapa saat kemudian, api tiba-tiba muncul. Antiani mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber pemicunya karena dirinya langsung berlari ke bagian depan warung sambil menggendong anaknya yang masih kecil.
Ketika kembali melihat ke arah dapur, ia mendapati suaminya sudah berada dalam kondisi tersambar api.
"Saat saya menoleh ke belakang, suami saya sudah terbakar mulai dari bagian rambut hingga kaki," tuturnya.
Korban Mengalami Luka Bakar
Akibat kejadian tersebut, Arifin mengalami luka bakar pada wajah, rambut, tangan, serta kedua kaki. Meski pakaian yang dikenakannya tidak sampai habis terbakar, panas api menyebabkan sejumlah bagian tubuhnya melepuh.
Rekan-rekan kerja kemudian segera membawa Arifin ke RSU William Booth Semarang untuk mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Selain Arifin, putrinya yang berusia 15 tahun juga mengalami luka bakar pada telapak kaki kanan dan kiri.
Antiani sendiri turut mengalami luka bakar ringan pada jari-jari kedua kakinya. Ia sempat memberikan salep luka bakar sebelum akhirnya mendapatkan penanganan dari petugas ambulans yang datang ke lokasi.
Api Berhasil Dipadamkan Sebelum Merembet
Kebakaran berhasil dikendalikan berkat aksi cepat para karyawan warung yang menggunakan peralatan sederhana untuk memadamkan kobaran api.
Respons cepat tersebut membuat api tidak sempat merambat ke ruang lain maupun bangunan di sekitar lokasi.
Peristiwa ini juga tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa.
Dugaan Penyebab Masih Didalami
Berdasarkan keterangan awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran gas elpiji. Meski demikian, penyebab pasti munculnya sumber api masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Petugas biasanya akan melakukan investigasi untuk memastikan apakah kebakaran dipicu oleh kebocoran pada tabung gas, regulator, selang, atau adanya sumber api di sekitar lokasi.
Masyarakat Diimbau Waspada terhadap Kebocoran Gas
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu memastikan kondisi tabung gas beserta perlengkapannya sebelum digunakan.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain memeriksa kondisi regulator dan selang secara berkala, memastikan pemasangan regulator terkunci sempurna, serta segera memindahkan tabung ke tempat yang memiliki sirkulasi udara baik apabila tercium bau gas atau terdengar suara desisan.
Jika diduga terjadi kebocoran, masyarakat juga dianjurkan untuk tidak menyalakan api, kompor, maupun sakelar listrik sebelum sumber kebocoran dipastikan aman, guna mengurangi risiko terjadinya kebakaran atau ledakan.
Editor : Mahendra Aditya