KARANGANYAR — Seorang pria bernama Hadi Sukat (61), penduduk Bulurejo, Desa Karangpandan, Kabupaten Karanganyar meninggal dalam keadaan kritis.
Kematiannya disebabkan oleh keterlambatan dalam penanganan medis yang disebabkan oleh terhalangnya ambulans oleh konvoi perguruan silat. Pria tersebut tidak sempat mendapatkan perawatan yang baik di Puskesmas Karangpandan.
Kejadian menyedihkan ini berlangsung pada malam Sabtu (20/6/2026) di jalan utama Solo–Tawangmangu, yang menjadi jalur utama menuju Karanganyar.
Diketahui bahwa mobil ambulans yang dalam perjalanan untuk menjemput Hadi mengalami kesulitan karena kepadatan lalu lintas yang diakibatkan oleh konvoi perguruan silat di rute tersebut.
Baca Juga: Kebakaran di Puri Anjasmoro Semarang, 3 Ruko Hangus Terbakar
Ambulans sedang menuju lokasi saat arus kendaraan di jalur utama tersendat akibat konvoi tersebut.
Dari informasi kematian yang beredar, Hadi Sukat bin Karto Sentono dilaporkan meninggal pada hari Minggu, 21 Juni 2026, pukul 02.30 WIB di Puskesmas Karangpandan.
Kematian ini diduga terjadi karena ambulan yang mencoba menjemputnya terhambat oleh konvoi anggota perguruan silat yang menutup jalanan menuju rumahnya.
Salah satu sopir ambulans yang meminta agar namanya dirahasiakan menjelaskan bahwa kendaraan ambulans mengalami kesulitan saat melewati dekat terminal dan jembatan yang mengarah ke timur Karanganyar.
Baca Juga: Pakai Obeng Modifikasi, Suami di Semarang Tusuk Istri Saat Proses Ambil Rapor Anak
Konvoi yang mengakibatkan kemacetan itu merupakan acara pengesahan anggota baru dari salah satu perguruan silat di jalan utama Solo–Tawangmangu.
Di sisi lain, Kabagops Polres Karanganyar, Kompol Dudi Pramudya, mengakui bahwa dia belum menerima laporan atau informasi resmi mengenai situasi ambulans yang diduga terhalang, yang mengakibatkan keterlambatan penanganan pasien.
"Kami belum mendengar informasi tentang itu. Terkait ambulans yang terhambat atau kejadian tersebut," ungkap Dudi pada Minggu (21/6) dikutip dari kumparan.
Kejadian ini memicu perhatian mengenai pengelolaan konvoi besar di jalur padat, yang dapat merugikan keselamatan pasien yang memerlukan penanganan medis segera.
Masyarakat meminta agar ada koordinasi yang lebih baik antara penyelenggara acara dengan pihak terkait, agar tidak mengganggu arus lalu lintas, khususnya untuk kendaraan prioritas seperti ambulans yang membawa pasien dalam keadaan kritis. (*)
Editor : Anita Fitriani