Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Demo di Semarang: Mahasiswa Bakar Ban, Polisi Langsung Padamkan

Anita Fitriani • Senin, 15 Juni 2026 | 21:47 WIB
Mahasiswa bakar ban di depan kantor Gubernur Jateng (Foto: Anita Fitriani/Jawa Pos Radar Kudus)
Mahasiswa bakar ban di depan kantor Gubernur Jateng (Foto: Anita Fitriani/Jawa Pos Radar Kudus)

 

 

SEMARANG — Aliansi mahasiswa di Semarang mengadakan demonstrasi besar di halaman kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, pada hari Senin (15/6/2026).

Aksi yang diberi judul "Reformasi Jilid II" dilengkapi dengan pembakaran ban bekas yang menghasilkan asap hitam pekat, menciptakan suasana yang semakin tegang.

Demonstrasi dimulai sekitar pukul 16.30 WIB dengan peserta dari berbagai universitas, termasuk mahasiswa HMI Semarang dan BEM Unissula Semarang. Dalam orasi, salah satu orator dari peserta menunjukkan aksi dengan membakar ban bekas di depan Gedung DPRD Jawa Tengah.

Asap yang dihasilkan dari pembakaran tersebut menyebabkan kabut putih dan asap hitam pekat menyelimuti Jalan Pahlawan, sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas di sekitar area.

Baca Juga: Pengendara Mobil Nekat Terobos Palang Kereta Api di Jalan Layur Semarang, KA Anggrek Klakson Panjang

Namun, pembakaran ban tidak berlangsung lama. Petugas kepolisian segera memadamkan api saat asap hitam mulai membuat kabut putih, mencegah kerusuhan lebih lanjut.

Ketika situasi semakin tegang pada pukul 17.08 WIB, mahasiswa yang tergabung dalam BEM Sera mengambil keputusan untuk membubarkan diri agar tidak terjerumus ke dalam kericuhan yang makin memanas.

Mahasiswa Semarang membawa lima tuntutan pokok dalam aksi ini. Pertama, penanganan terhadap krisis ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Kedua, penyediaan ruang sipil yang sesuai dengan prinsip demokrasi. Ketiga, pengunduran Prabowo-Gibran dan menteri yang bermasalah. Keempat, reformasi dalam sektor keamanan dan penegakan hukum.

Baca Juga: Pajak Kendaraan di Jateng Menunggak Rp 3,759 Triliun, Wilayah Semarang Tertinggi

Kelima, penurunan harga BBM serta penanganan masalah lingkungan di daerah. Aliansi BEM Semarang juga menekankan pentingnya pemberantasan KKN sebagai bagian dari tuntutan mereka.

Demonstrasi ini merupakan bagian dari serangkaian aksi yang dikenal dengan "Reformasi Jilid 2" yang juga terjadi di Kota Semarang.

Aksi pertama diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang yang rencananya dimulai pada pukul 10.00 WIB, namun aksi utama berlangsung dari siang hingga sore.

Terdapat tiga lokasi demonstrasi di Semarang, sehingga masyarakat perlu waspada terhadap kemacetan di jalan.

Baca Juga: Jemaah Haji Lansia Jalan Kaki 34 Km dari Boyolali ke Semarang Demi Penuhi Nazar

Aksi demonstrasi mahasiswa di Semarang berakhir tanpa insiden serius setelah polisi berhasil memadamkan api pada ban yang dibakar dan membubarkan kerumunan dengan tertib.

Meskipun situasi sempat tegang akibat asap hitam dari ban yang terbakar, tidak ada laporan tentang korban jiwa atau cedera berat dalam aksi ini. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#berita jateng #berita semarang hari ini #kantor gubernur jateng #demo mahasiswa #demo Semarang