RADAR KUDUS – Misteri pembunuhan tragis yang menewaskan Bilqis Rajiansyah Lestari (11), siswi kelas 5 SD asal Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, akhirnya mulai terungkap. Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan intensif, jajaran Polres Sragen berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan bocah tersebut.
Penangkapan itu menjadi titik terang bagi keluarga korban dan masyarakat Sragen yang selama beberapa hari terakhir diliputi rasa takut sekaligus duka mendalam atas kematian Bilqis dengan kondisi mengenaskan di dalam rumahnya sendiri.
Namun demikian, polisi masih belum membuka identitas maupun motif pelaku karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Baca Juga: Hasil Toksikologi Sudah Diterima, Polisi Segera Ungkap Penyebab Sekeluarga Tewas di Posong
Ditangkap di Kecamatan Gondang
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku pembunuhan Bilqis.
"Iya betul, ditangkap di wilayah Gondang," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).
Meski demikian, Dewiana belum bersedia mengungkap detail kronologi penangkapan maupun hubungan pelaku dengan korban.
"Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut," katanya.
Pernyataan singkat tersebut sekaligus memastikan bahwa kasus yang menyita perhatian publik Jawa Tengah itu kini memasuki babak baru.
Baca Juga: Belanja Pegawai Membengkak hingga 40 Persen, Pemkot Parepare Putuskan Nihil Formasi CPNS 2026
Kasus yang Mengguncang Sragen
Kasus ini bermula ketika warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, digegerkan dengan penemuan jasad Bilqis di rumahnya.
Korban diketahui merupakan siswi kelas 5 sekolah dasar yang dikenal aktif dan dekat dengan lingkungan sekitar.
Penemuan jasad Bilqis dengan sejumlah luka serius membuat warga terpukul. Banyak pihak berharap pelaku segera ditangkap agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
Sejak saat itu, Polres Sragen membentuk tim untuk mengusut kasus tersebut dengan mengumpulkan berbagai barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi.
Baca Juga: Pertamax Naik Hampir Rp4.000 per Liter, Menkeu Purbaya Yakin Harga Barang Tak Ikut Melonjak
Hasil Autopsi Ungkap Kekerasan Berat
Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno sebelumnya mengungkapkan hasil pemeriksaan medis terhadap korban.
Berdasarkan hasil autopsi, Bilqis meninggal dunia akibat mati lemas yang dipicu tindakan kekerasan.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal karena mati lemas. Ditemukan pula adanya kerusakan pembuluh darah besar pada bagian wajah akibat kekerasan," jelasnya.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban menjadi sasaran tindak pidana dengan unsur kekerasan berat.
Luka Serius dan Barang Bukti Jadi Petunjuk Penting
Penyidik juga menemukan sejumlah fakta mengerikan di lokasi kejadian.
Salah satunya adalah kondisi jari tengah korban yang dilaporkan putus akibat kekerasan yang dialaminya.
Selain itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang kini masih diperiksa secara forensik.
Barang bukti tersebut antara lain:
- Jejak kaki berlumuran darah;
- Bercak darah di sekitar lokasi;
- Alat yang diduga digunakan pelaku;
- Sejumlah benda lain yang ditemukan di tempat kejadian perkara.
"Barang bukti yang kami temukan cukup signifikan dan saat ini masih kami dalami keterkaitannya," ujar AKP Catur.
Temuan-temuan tersebut menjadi dasar bagi penyidik dalam mengidentifikasi pelaku hingga akhirnya berhasil melakukan penangkapan.
Polisi Dalami Motif Pembunuhan
Meski pelaku telah diamankan, pekerjaan penyidik belum selesai.
Polres Sragen kini fokus mendalami motif di balik pembunuhan sadis tersebut.
Penyidik juga masih mengembangkan pemeriksaan untuk memastikan apakah pelaku bertindak seorang diri atau ada kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Identitas pelaku belum diumumkan kepada publik guna kepentingan penyidikan dan menghindari munculnya spekulasi yang dapat mengganggu proses hukum.
Trauma Mendalam bagi Keluarga dan Warga
Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat Desa Dawung.
Banyak warga mengaku tidak menyangka tindak kekerasan sekeji itu terjadi di lingkungan yang selama ini dikenal tenang.
Kasus ini juga menjadi pengingat penting mengenai perlindungan terhadap anak serta kewaspadaan masyarakat terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan sekitar.
Pemerhati perlindungan anak menilai pengungkapan kasus secara cepat sangat penting, tidak hanya untuk memberikan keadilan bagi korban, tetapi juga memulihkan rasa aman masyarakat.
Menunggu Pengungkapan Lengkap Polisi
Dengan tertangkapnya terduga pelaku, publik kini menanti penjelasan resmi dari Polres Sragen mengenai motif, kronologi pembunuhan, hingga kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi tragedi tersebut.
Bagi keluarga Bilqis, penangkapan pelaku menjadi secercah harapan agar keadilan dapat ditegakkan.
Namun, duka atas kepergian siswi berusia 11 tahun itu tetap menyisakan pertanyaan besar: mengapa kekerasan sekejam itu bisa menimpa seorang anak di tempat yang seharusnya paling aman, yakni rumahnya sendiri.
Editor : Mahendra Aditya