RADAR KUDUS — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengumumkan rencana tambahan tiga koridor baru untuk sistem Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang ditargetkan akan beroperasi paling lambat pada tahun 2027.
Gubernur Ahmad Luthfi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah sedang merumuskan rencana ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperbaiki kualitas transportasi umum yang berbasis massal di Jawa Tengah.
Tiga koridor baru yang akan dikembangkan adalah koridor Jekuti (Jepara–Kudus–Pati), koridor Gelang Manggung (Kota Magelang–Kabupaten Magelang–Kabupaten Temanggung), dan koridor Petanglong (Pemalang–Batang–Pekalongan).
Rencana pengembangan ini sedang diperhalus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) untuk memperkuat jaringan transportasi antar daerah di Jawa Tengah.
Baca Juga: Semarang Jadi Kota Tertinggi Kasus HIV di Jawa Tengah, Ada 240 Kasus Baru
Koridor Gelang Manggung menjadi prioritas utama dengan rute Temanggung–Magelang–Borobudur yang dijadwalkan beroperasi pada tahun 2027.
Pengoperasian BRT Trans Jateng di Koridor Gelangmanggung pada tahun 2027 diharapkan dapat meningkatkan keterhubungan antar daerah dan mendukung akses ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.
Koridor ini dirancang untuk menghubungkan Terminal Maron di Kabupaten Temanggung, Terminal Tidar di Kota Magelang, dan Terminal Borobudur di Kabupaten Magelang, dengan bus yang melintasi area strategis seperti Secang, yang merupakan titik pertemuan bagi kendaraan dari arah Semarang, Magelang, dan Temanggung.
Baca Juga: Libur Iduladha 2026: Penumpang Kereta Api Daop 4 Semarang Capai 229 Ribu Orang
Untuk koridor Gelang Manggung, direncanakan ada sekitar 14 unit bus dengan waktu keberangkatan setiap 10–15 menit seperti pada koridor Trans Jateng yang lainnya, sehingga penumpang tidak perlu menunggu lama.
Tahun 2026 akan difokuskan pada sosialisasi, persiapan infrastruktur seperti halte, dan penguatan komitmen antar pemerintah daerah yang melibatkan Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Temanggung.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengungkapkan bahwa Trans Jateng saat ini memiliki 115 armada dan sedang mempersiapkan rute atau koridor baru Magelang-Temanggung sebagai koridor kedelapan.
Selain koridor Gelang Manggung, Dishub Jateng juga sedang mempersiapkan pengembangan dua koridor baru lainnya yaitu Jekuti dan Petanglong.
Baca Juga: Tragis! Seorang Guru Pria Ditemukan Meninggal di Kos Semarang
Koridor Jekuti akan menghubungkan Jepara, Kudus, dan Pati, sedangkan koridor Petanglong akan meliputi rute Pemalang–Batang–Pekalongan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sedang mempertimbangkan perluasan layanan Trans Jateng ke Kudus dengan kemungkinan penggunaan bus listrik dan dampak terhadap pelaku transportasi lokal.
Komitmen Pemerintah Provinsi Jateng dalam mempermodernisasi transportasi berbasis ekonomi tercantum dalam RPJMD dan Renstra yang berfokus pada pengembangan Trans Jateng, sistem multimoda, serta interkoneksi antar wilayah.
Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen secara konsisten mendukung modernisasi transportasi di Jawa Tengah dengan integrasi multimoda yang menghubungkan bandara, pelabuhan, serta jaringan kereta dan bus Trans Jateng.
Baca Juga: Korban Hanyut di Sungai Banjir Kanal Barat Semarang, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia
Target besar Pemprov Jateng pada tahun 2027 adalah memperluas dan memperkuat koridor transportasi di wilayah Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Temanggung (Purwomanggung) serta daerah-daerah strategis lainnya.
Jika kemajuan terus berjalan lancar, percepatan pembangunan di berbagai titik lain juga mungkin dilakukan untuk mendukung pemerataan pembangunan di Jawa Tengah yang semakin terasa melalui sektor transportasi.
Sistem pembayaran modern juga diterapkan melalui aplikasi Si Anteng yang terhubung dengan QRIS dan Bank Jateng, sehingga mempermudah masyarakat dalam menggunakan layanan Trans Jateng yang semakin berkembang. (*)
Editor : Anita Fitriani