JEPARA – Momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah dan pengorbanan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial kepada kelompok rentan.
Hal itu ditunjukkan anggota DPRD Jawa Tengah, Ulil Albab, yang belum lama ini berkurban bersama komunitas difabel di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren inklusi di Mayong tersebut menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat, pesantren, dan penyandang disabilitas.
Selain penyaluran hewan kurban, agenda itu juga dirangkai dengan penguatan gerakan sosial yang berpihak kepada kaum difabel.
Ulil mengatakan, semangat berkurban tidak boleh berhenti pada proses penyembelihan dan pembagian daging semata.
Menurutnya, Iduladha harus menjadi momentum untuk menghadirkan kepedulian nyata terhadap kelompok yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses sosial.
"Nilai utama kurban adalah keikhlasan dan keberpihakan kepada sesama. Karena itu, komunitas difabel juga harus mendapatkan ruang yang sama dalam kehidupan sosial dan keagamaan,” ujarnya.
Ketua LKKNU PWNU Jawa Tengah itu menilai keberadaan komunitas difabel perlu mendapat dukungan lebih luas dari berbagai elemen masyarakat.
Ia menyebut organisasi keagamaan, pesantren, hingga pemerintah memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun lingkungan yang inklusif.
Menurut Ulil, Nahdlatul Ulama memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keberpihakan terhadap kelompok rentan.
Ia mencontohkan sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menjadi simbol bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkontribusi dan memimpin.
“Kita ingin memastikan bahwa saudara-saudara difabel tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga bagian penting dalam gerakan sosial dan pembangunan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, kegiatan yang melibatkan komunitas difabel di Mayong tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai menjadi contoh praktik inklusi sosial di lingkungan pesantren.
Kehadiran para penyandang disabilitas dalam berbagai agenda keagamaan diharapkan semakin menguatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesetaraan hak dan kesempatan bagi semua kalangan.
Melalui momentum Iduladha, Ulil berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh, sehingga kelompok difabel dapat memperoleh ruang yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat tanpa diskriminasi. (*)
Editor : Admin