Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Polisi Dalami Penyebab Kematian Satu Keluarga di Wisata Posong Temanggung, Dugaan Masih Terbuka

Ali Mustofa • Jumat, 29 Mei 2026 | 15:06 WIB
Suasana rumah duka 4 orang sekeluarga yang tewas di Posong. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
Suasana rumah duka 4 orang sekeluarga yang tewas di Posong. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

TEMANGGUNG – Hingga kini, penyebab meninggalnya empat orang dalam satu keluarga di kawasan wisata Posong, Kabupaten Temanggung, belum dapat dipastikan.

Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap faktor yang menyebabkan peristiwa tragis tersebut.

Polda Jawa Tengah turut turun tangan memberikan asistensi dalam proses pengungkapan kasus, terutama melalui Subdit Jatanras dan tim Laboratorium Forensik (Labfor).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Anwar Nasir, membenarkan keterlibatan pihaknya dalam membantu proses penyelidikan tersebut.

“Ya betul, kami melakukan back up untuk pengungkapan kasus ini, khususnya dari Subdit Jatanras,” ujarnya kepada awak media, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, meski Polda Jateng ikut membantu, penanganan utama tetap berada di bawah Polres Temanggung.

Saat ini, proses autopsi juga masih berjalan untuk memperkuat hasil penyelidikan.

“Kami sifatnya membantu. Penanganan tetap di Polres Temanggung, dan saat ini masih dilakukan autopsi untuk mencari penyebab kematian,” jelasnya.

Tim Labfor Polda Jateng juga telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara detail.

Terkait dugaan awal penyebab kematian, sejumlah temuan medis menunjukkan adanya indikasi seperti busa pada mulut korban serta dugaan hipotermia.

Namun, kepolisian belum berani menyimpulkan secara pasti.

Anwar menegaskan bahwa hasil resmi akan disampaikan oleh Polres Temanggung sebagai pihak yang menangani langsung kasus ini.

“Untuk hasil otopsi nanti akan disampaikan oleh Kapolres, biar satu pintu. Kami hanya membantu pengungkapan,” tambahnya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, juga menyampaikan hal senada.

Ia menuturkan bahwa saat ini proses penyelidikan masih terus berlangsung secara intensif.

“Polres Temanggung bersama Bid Labfor hari ini melakukan olah TKP untuk melengkapi penyelidikan,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa korban merupakan satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang telah dilakukan autopsi sebagai bagian dari proses penyidikan.

“Satu orang sudah diautopsi, dipilih yang kondisi fisiknya paling memungkinkan untuk pemeriksaan awal,” jelasnya.

Sebelumnya, empat wisatawan tersebut ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping di kawasan wisata Kecamatan Kledung, Temanggung, pada Rabu (27/5/2026).

Hingga kini, penyebab pasti kematian mereka masih dalam tahap penyelidikan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengungkapkan bahwa penyidik mulai mengerucutkan dua kemungkinan utama penyebab kematian.

“Ada dua dugaan sementara, yaitu dari makanan dan kemungkinan gas hasil pembakaran barbeque,” ungkapnya, Kamis malam (28/5).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil uji laboratorium forensik Polda Jawa Tengah.

“Masih dugaan karena kami menunggu hasil Labfor,” tegasnya.

Keempat korban diketahui berasal dari Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, yakni MAM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, keluarga tersebut datang ke lokasi glamping pada Selasa (26/5) malam untuk berwisata dan menginap.

Pada malam harinya, mereka diduga sempat melakukan aktivitas barbeque menggunakan bahan makanan yang dibawa sendiri.

Keesokan paginya, petugas pengelola sempat mengantarkan sarapan, namun tidak mendapat respons dari dalam tenda.

Upaya pengecekan kembali juga tidak membuahkan hasil hingga akhirnya tenda dibuka pada sore hari dan korban ditemukan sudah meninggal dunia.

Dari hasil olah TKP, kondisi tenda masih rapi dan tidak ditemukan tanda kekerasan. Namun, adanya busa di mulut korban memunculkan dugaan awal adanya keracunan.

Selain itu, polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain seperti paparan gas hasil pembakaran barbeque di dalam tenda yang turut menjadi penyebab.

Jenazah para korban sebelumnya telah dievakuasi ke RSUD Temanggung untuk proses autopsi sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka di Ambarawa.

Editor : Ali Mustofa
#kawasan wisata posong #Temanggung #meninggal #ambarawa #Penyebab kematian