SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menutup enam perlintasan sebidang tanpa penjaga sepanjang tahun 2026.
Langkah ini diambil di berbagai lokasi dalam area operasionalnya untuk mengurangi kecelakaan serta meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan dan penumpang kereta api.
Pada hari Selasa (19/5/2026), Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa keenam perlintasan yang ditutup ini adalah bagian dari sebelas perlintasan yang direncanakan untuk ditutup tahun ini.
Hingga pertengahan Mei 2026, enam dari sebelas perlintasan yang ditargetkan telah berhasil ditutup.
Baca Juga: KAI Daop 4 Semarang Alami Lonjakan Penumpang Saat Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih
Salah satu perlintasan yang baru ditutup adalah di JPL 46 Km 34+1, pada jalur Gubug–Karangjati, di Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Penutupan di lokasi ini dilakukan secara resmi pada Selasa (19/5/2026) demi menjaga keselamatan masyarakat sekitar. Perlintasan ini termasuk dalam kategori yang berisiko tinggi terhadap terjadinya kecelakaan.
Sampai dengan tanggal 19 Mei 2026, Daop 4 Semarang mencatat ada 12 kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang di area operasionalnya.
Jumlah kecelakaan ini menjadi salah satu alasan utama untuk mempercepat program penutupan perlintasan liar dan tanpa penjaga.
Kecelakaan tersebut melibatkan pengguna jalan yang menyeberangi rel tanpa pengawasan, sehingga kemungkinan tabrakan dengan kereta api sangat tinggi.
KAI Daop 4 Semarang menegaskan bahwa penutupan perlintasan tanpa penjaga merupakan langkah pencegahan untuk menurunkan angka kecelakaan.
Perlintasan sebidang yang tidak terawasi dianggap berbahaya karena tidak ada pengawasan ketika kereta melintas.
Tanpa adanya penjaga atau sinyal yang tepat, masyarakat sering kali menyeberang sembarangan, yang dapat mengakibatkan insiden berbahaya.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Semarang, Dua Korban Meninggal Dunia
Selain menutup perlintasan, KAI juga mengingatkan warga untuk tidak membuka kembali perlintasan liar yang telah ditutup. Tindakan membuka kembali perlintasan tersebut sangat berisiko dan berpotensi menimbulkan kecelakaan baru.
Warga diimbau untuk menggunakan perlintasan yang sudah resmi dan dilengkapi dengan fasilitas keselamatan.
Program penutupan sebelas perlintasan sebidang tanpa penjaga di Daop 4 Semarang pada tahun 2026 merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan dan perjalanan kereta api secara keseluruhan.
Langkah yang diambil oleh KAI Daop 4 Semarang ini menunjukkan komitmen yang serius terhadap keselamatan di jalur kereta, terutama di kawasan yang rawan kecelakaan seperti Grobogan dan sekitarnya.
Penutupan perlintasan tanpa penjaga diharapkan dapat mengurangi jumlah insiden di masa depan dan melindungi keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan di sekitar rel kereta. (*)
Editor : Anita Fitriani