Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Semarang, Dua Korban Meninggal Dunia

Anita Fitriani • Sabtu, 16 Mei 2026 | 23:29 WIB

Banjir di Ngaliyan Semarang (Foto: Tangkapan layar Tiktok @info_kejadiansemarang)
Banjir di Ngaliyan Semarang (Foto: Tangkapan layar Tiktok @info_kejadiansemarang)

 

 

 

SEMARANG — Hujan lebat melanda Kota Semarang sejak Jumat malam (15/5/2026) menyebabkan terjadinya banjir besar yang merenggut dua nyawa.

Dua orang meninggal berasal dari kecamatan yang berbeda, yaitu Kecamatan Semarang Utara dan Kecamatan Tugu, setelah terseret oleh arus banjir yang sangat kuat akibat sungai yang meluap dan tanggul penahan air yang jebol.

Di Kecamatan Semarang Utara, seorang wanita muda bernama Kurnia SM (22) dilaporkan terseret banjir di area Purwosari. Jasadnya ditemukan sekitar pukul 19.30 WIB di sekitar Jalan Sriyatno, RT/RW 02/04, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Ngaliyan, karena diduga terbawa arus banjir yang merendam pemukiman padat penduduk.

Warga setempat menyebutkan melihat korban berusaha menyelamatkan diri, tetapi besarnya volume air dan kuatnya arus membuatnya hilang dari pandangan sebelum ditemukan tak bernyawa. 

Baca Juga: Gerak Cepat Menangani Banjir, Pemkot Semarang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak di Tugu-Ngaliyan

Di Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, banjir besar juga mengakibatkan meninggalnya seorang lansia.

Tanggul Sungai Plumbon jebol sepanjang sekitar 48 meter, menyebabkan air meluap dan menerjang pemukiman di dekat daerah drainase.

Seorang wanita berusia sekitar 70–71 tahun yang disebut Mbah Maryam dilaporkan hanyut oleh arus banjir dan ditemukan pada pukul 07.00 WIB keesokan harinya.

Kondisi jenazahnya menunjukkan bahwa ia terbawa arus jauh dari lokasi jebolnya tanggul.

Baca Juga: Pemkot Semarang Perkuat Transparansi Lewat Sistem Cashless untuk Retribusi Sampah

Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung beberapa jam menjadi penyebab utama meluapnya sungai dan badan air di Semarang, khususnya di kawasan DAS Plumbon dan sekitarnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyatakan bahwa banjir kali ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga membuat ratusan rumah terendam dan beberapa warga terpaksa mencari tempat aman untuk berlindung.

BPBD Kota Semarang melaporkan bahwa genangan air sempat mencapai lebih dari satu meter di beberapa lokasi, yang menyebabkan aktivitas warga dan lalu lintas di beberapa jalan terhenti.

Pemerintah kota bersama instansi terkait sedang melakukan pendataan mendalam mengenai jumlah warga yang terdampak, kerusakan infrastruktur, serta potensi bahaya lanjutan seperti longsor kecil dan beban tambahan di badan sungai.

Baca Juga: AHY: Giant Sea Wall Kunci Selamatkan Jakarta dan Semarang

Beberapa warga ditempatkan di pos pengungsian sementara, sementara petugas dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus menjaga di sepanjang alur sungai untuk mencegah jebolnya tanggul lain atau peningkatan debit air.

Warga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas dekat bantaran sungai dan drainase, terutama ketika hujan masih terjadi dan arus terlihat berbahaya.

Pihak berwenang menyatakan perlunya evaluasi ulang terhadap sistem drainase dan tanggul yang rentan jebol, terutama di kawasan dengan pemukiman padat.

Warga juga diminta untuk memperhatikan peringatan dini cuaca dan informasi resmi dari BPBD agar tidak menganggap remeh potensi banjir meskipun hujan baru berlangsung beberapa jam.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa banjir di Semarang bukan hanya sekadar masalah genangan, tetapi juga bisa berujung pada risiko kehilangan jiwa jika masyarakat dan pemerintah tidak sigap dalam menyiapkan diri. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#berita jateng #Banjir semarang #banjir #berita semarang #ngaliyan semarang