Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gerak Cepat Menangani Banjir, Pemkot Semarang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak di Tugu-Ngaliyan

Anita Fitriani • Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:28 WIB
Pemkot Semarang salurkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir (Foto: Instagram @semarangpemkot)
Pemkot Semarang salurkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir (Foto: Instagram @semarangpemkot)

 

 

 

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang bertindak cepat untuk memberikan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok dan logistik kepada masyarakat yang terkena banjir di wilayah Kecamatan Tugu dan Ngaliyan, pada Sabtu (16/5/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan segera setelah genangan air di beberapa lokasi mulai surut dan proses pembersihan material lumpur bekas banjir dapat dilakukan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan bahwa bantuan ini disiapkan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Baca Juga: Banjir Rendam 313 KK di Tugu-Ngaliyan, Pemkot Semarang Langsung Tangani Pasca Banjir

Berdasarkan informasi terbaru, terdapat 556 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak banjir di daerah Tugu dan Ngaliyan, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, yang mencatat sebanyak 313 KK yang langsung terpengaruh oleh luapan Sungai Plumbon.

Tanggul Kali Plumbon runtuh sehingga menyebabkan banjir besar yang berdampak ke wilayah Ngaliyan dan Tugu, bahkan dilaporkan seorang lansia terbawa arus pada awal kejadian.

Pemkot Semarang tidak hanya memperhatikan aspek fisik di lapangan, tetapi juga berupaya untuk memenuhi kebutuhan sosial masyarakat melalui distribusi bantuan logistik yang terencana dan terorganisir.

Baca Juga: Pemkot Semarang Perkuat Transparansi Lewat Sistem Cashless untuk Retribusi Sampah

Bantuan yang telah diberikan mencakup:
- 60 paket makanan siap saji
- 140 paket lauk pauk siap saji
- 25 lembar kasur
- 10 lembar tenda gulung
- 10 paket family kit
- 8 paket perlengkapan anak (kids ware).

Wali Kota Agustina Wilujeng menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilaksanakan secara bertahap dengan prioritas untuk wilayah dan warga yang paling parah terdampak.

Hal ini dilakukan agar bantuan dapat segera dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan, khususnya keluarga dengan anak balita, lansia, dan rumah yang mengalami kerusakan parah akibat banjir. 

Baca Juga: Tragis, Siswa Kelas 2 SD Bergas Tewas Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita Semarang

Di samping distribusi logistik, BPBD dan wali kota juga menekankan bahwa penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, mulai dari evakuasi korban, pembersihan lingkungan, hingga perhatian terhadap kebutuhan sosial masyarakat.

Pada peristiwa ini, tercatat 11 lansia dan 3 balita sempat dievakuasi saat banjir mencapai puncaknya, dan kini kondisinya telah stabil setelah air surut.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari respons darurat yang dilakukan Pemkot Semarang dalam menghadapi meluapnya Sungai Plumbon yang kembali meningkat pada pertengahan Mei 2026.

Baca Juga: Dampak Kebakaran Gedung Metro Sport Center di Semarang: Kerugian Capai Rp5 Miliar

Tujuan utama pemerintah kota adalah memastikan bahwa selama masa tanggap darurat, warga yang terdampak tidak kekurangan makanan, tempat sementara untuk berlindung, atau perlengkapan dasar lainnya.

Dengan kondisi banjir yang mulai surut, pemerintah kota terus memantau situasi di lapangan sekaligus memperkuat koordinasi antara BPBD, Dinas Sosial, dan pemerintah kecamatan untuk menjamin bahwa semua bantuan logistik tersalurkan dengan tepat.

Warga Tugu dan Ngaliyan kini mulai membersihkan lingkungan rumah mereka, sementara camat dan perangkat kelurahan membantu mendata kebutuhan tambahan yang mungkin masih diperlukan.

Baca Juga: Jakarta dan Semarang: Dua Kota dengan Penurunan Tanah Paling Mengkhawatirkan

Pemkot Semarang menekankan bahwa penanganan banjir tidak hanya terbatas pada penyaluran bantuan logistik, melainkan juga mencakup langkah-langkah pencegahan, perbaikan tanggul, dan pemantauan debit air Sungai Plumbon secara lebih ketat di masa yang akan datang.

Namun, saat ini, prioritas utama tetap memastikan kebutuhan dasar 556 KK yang terdampak banjir tetap terpenuhi hingga masa tanggap darurat selesai. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#berita jateng #pemkot semarang #Banjir semarang #banjir #berita semarang