Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanggul Jebol Diterjang Hujan Deras, Lansia Hanyut dan Ditemukan Meninggal di Semarang

Ali Mustofa • Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:52 WIB
Petugas mengevaluasi korban yang terseret banjir.
Petugas mengevaluasi korban yang terseret banjir.

SEMARANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Jumat (15/5) sore memicu banjir di sejumlah wilayah.

Beberapa kawasan permukiman dilaporkan tergenang akibat luapan sungai serta kerusakan tanggul.

Salah satu titik terdampak berada di Jalan Jembawan I, Kelurahan Kalibanteng Kulon.

Air dari Sungai Silandak melimpas hingga masuk ke area permukiman warga RT 6 RW 01.

Luapan tersebut terjadi di sekitar tanggul dan badan jalan yang sebelumnya ambles dan masih dalam proses perbaikan oleh BBWS Pemali–Juana bersama DPU Kota Semarang.

Di tengah situasi banjir, muncul kabar seorang warga terseret arus di kawasan Industri Candi. Korban kemudian ditemukan meninggal dunia di wilayah Purwoyoso.

Lurah Purwoyoso, Agus Riyanto, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan dirinya berada di lokasi saat penanganan berlangsung.

Tim BPBD dan Damkar Kota Semarang bersama unsur gabungan langsung mengevakuasi korban setelah ditemukan warga, sementara penyisiran lokasi masih terus dilakukan.

Banjir juga melanda RT 1 RW 1 Kelurahan Mangkang Kulon.

Informasi yang beredar di sejumlah grup WhatsApp menyebutkan adanya lansia yang diduga hanyut terbawa arus. 

Peristiwa ini dipicu jebolnya tanggul Sungai Plumbon yang kembali merendam kawasan permukiman.

Seorang relawan menyebutkan pihaknya masih memastikan informasi tersebut sambil melakukan pencarian.

Genangan air turut dilaporkan terjadi di RT 5 RW 4 Mangkang Kulon, tidak jauh dari Puskesmas Mangkang.

Selain itu, Kelurahan Wonosari RW 2 di Jalan Gunung Jati juga terendam dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.

Banjir di Jalan Kuda, Kelurahan Wonosari, bahkan menyebabkan arus lalu lintas di jalur Pantura Semarang–Kendal tersendat akibat genangan setinggi sekitar 30 sentimeter.

Sekitar pukul 17.00 WIB, warga RT 01 RW 01 Kelurahan Mangkang Kulon masih memantau debit Sungai Plumbon yang terus meningkat.

Namun dalam hitungan detik, tanggul di depan permukiman ambrol sepanjang kurang lebih 40 meter dan air bah langsung menerjang rumah warga.

Dalam kepanikan tersebut, seorang lansia bernama Maryam (70) terseret derasnya arus.

Warga hanya bisa berteriak ketika korban hilang terbawa banjir.

Suasana duka menyelimuti kampung itu pada Sabtu (16/5) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Tim gabungan bersama warga akhirnya menemukan jasad korban di saluran air di belakang rumah warga, sekitar 150 meter dari lokasi awal ia hanyut.

Gang-gang sempit masih dipenuhi lumpur dan sisa genangan, sementara karung pasir, bambu, dan reruntuhan tanggul berserakan di tepi sungai. Sejumlah warga bertahan di rumah untuk membersihkan perabot yang terendam sejak malam sebelumnya.

Lurah Mangkang Kulon, Sugiarti, menjelaskan bahwa debit air meningkat cepat menjelang petang saat korban sedang memantau kondisi sungai di depan rumahnya.

Tanggul yang tak mampu menahan tekanan air mendadak jebol dan langsung menyeret korban.

Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh cucu korban, namun derasnya arus membuat usaha tersebut gagal.

Pencarian dilakukan sejak malam hari oleh tim Basarnas bersama warga dengan menyisir aliran sungai hingga dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, namun belum membuahkan hasil.

Proses kemudian dilanjutkan pada pagi hari hingga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan kepolisian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta dinas terkait setelah menerima laporan tanggul jebol.

Petugas juga memantau titik tanggul yang rusak guna mengantisipasi banjir susulan, sementara bantuan logistik mulai disalurkan kepada warga terdampak.

Berdasarkan data kecamatan, banjir merendam sejumlah wilayah di Kelurahan Mangkang Kulon, mulai RT 01 RW 01 hingga RW 05, dengan sedikitnya 313 paket bantuan disiapkan.

Hingga Sabtu pagi, warga masih berjaga di bantaran sungai. Sebagian memilih tidak tidur semalaman karena khawatir debit air kembali naik sewaktu-waktu.

Bekas longsoran tanggul yang tergerus tampak jelas di tepi sungai, menjadi pengingat betapa cepat bencana datang dan merenggut satu nyawa.

 
Editor : Ali Mustofa
#semarang #banjir #meninggal dunia #basarnas