SEMARANG – Hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang pada Jumat (15/5) sore menyebabkan sejumlah titik tergenang banjir.
Beberapa kawasan permukiman dilaporkan terdampak akibat meluapnya aliran sungai serta tanggul yang rusak.
Salah satu wilayah yang terdampak berada di Jalan Jembawan I, Kelurahan Kalibanteng Kulon.
Air dari Sungai Silandak meluap hingga masuk ke permukiman warga RT 6 RW 01.
Luapan air terjadi di area tanggul dan badan jalan yang sebelumnya mengalami ambles dan masih dalam tahap perbaikan oleh BBWS Pemali–Juana bersama DPU Kota Semarang.
Di tengah kondisi banjir tersebut, beredar kabar seorang warga hanyut di kawasan Industri Candi.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Purwoyoso.
Lurah Purwoyoso, Agus Riyanto, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan dirinya berada di lokasi saat proses penanganan berlangsung.
Petugas BPBD dan Damkar Kota Semarang bersama tim gabungan langsung melakukan evakuasi setelah korban ditemukan warga. Proses penanganan dan penyisiran lokasi masih terus dilakukan.
Banjir juga melanda RT 1 RW 1 Kelurahan Mangkang Kulon. Sempat beredar informasi di sejumlah grup WhatsApp mengenai seorang lansia yang diduga hanyut terseret arus.
Banjir di kawasan ini dipicu jebolnya tanggul Sungai Plumbon yang kembali merendam permukiman warga.
Seorang relawan menyampaikan bahwa pihaknya masih memastikan informasi tersebut sembari melakukan pencarian.
Genangan air juga dilaporkan terjadi di RT 5 RW 4 Mangkang Kulon, tidak jauh dari Puskesmas Mangkang.
Tak hanya itu, wilayah Kelurahan Wonosari RW 2 di Jalan Gunung Jati turut terendam dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.
Genangan juga terjadi di Jalan Kuda, Kelurahan Wonosari, yang berdampak pada arus lalu lintas di jalur Pantura Semarang–Kendal hingga menyebabkan kemacetan.
Seorang warga menyebut ketinggian air di jalur tersebut mencapai sekitar 30 sentimeter.