SEMARANG —Pemerintah Kota Semarang menanggapi keluhan warga mengenai tanah yang tercecer, sehingga Jalan Arteri Yos Sudarso menjadi licin dan berbahaya bagi pengguna jalan.
Terletak tepat di depan akses masuk PT Cipta di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, masalah ini segera ditangani pada Selasa, 12 Mei 2026, melalui kerjasama berbagai Organisasi Perangkat Daerah.
Keluhan dari penduduk muncul akibat ceceran tanah dari truk yang bolak-balik di PT Cipta, yang membuat permukaan jalan menjadi berlumpur dan licin, serta meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, menyampaikan bahwa tindakan ini dilakukan berdasarkan arahan langsung dari Wali Kota Agustina Wilujeng, yang meminta koordinasi mulai Senin agar pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik.
Tahap awal pembersihan dimulai dengan pengaturan lalu lintas oleh Dinas Perhubungan untuk mengatasi kemacetan di sekitar area tersebut.
Selanjutnya, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menggunakan alat berat untuk menggali dan membersihkan lumpur yang menumpuk di jalan.
Setelahnya, Dinas Pemadam Kebakaran melanjutkan dengan penyemprotan dan pencucian jalan secara menyeluruh agar permukaan jalan kering dan tidak lagi berlumpur.
Baca Juga: Satu Aplikasi, Banyak Layanan: SDGs Jadi Kunci Pelayanan Publik di Semarang
Satpol PP juga berperan dalam menjaga keamanan lokasi selama pembersihan berlangsung untuk mencegah gangguan dari pihak luar. Siwi menambahkan bahwa tim telah memeriksa seluruh bagian jalan yang terdampak, termasuk di depan gerbang PT Cipta, untuk memastikan tidak ada tanah yang tertinggal.
Selain melakukan pembersihan, Pemerintah Kota Semarang juga menekankan pentingnya langkah pencegahan agar masalah yang sama tidak terjadi lagi.
PT Cipta diminta segera memperbaiki akses untuk kendaraan truk agar tidak ada lagi tanah yang tercecer ke jalan umum, melalui pemasangan matras atau sistem pencucian roda.
Dinas Pekerjaan Umum juga membangun saluran sederhana di tepi jalan untuk mengalirkan genangan air yang mungkin muncul akibat lumpur. Sementara itu, Dinas Perhubungan berencana untuk memasang tanda peringatan "Jalan Licin" dan rambu pengingat di area berisiko untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara.
Baca Juga: AHY: Giant Sea Wall Kunci Selamatkan Jakarta dan Semarang
Hingga sore hari Selasa, proses pembersihan dinyatakan selesai dengan jalan yang kembali normal dan aman untuk dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Penduduk setempat mengapresiasi respons cepat Pemkot, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga infrastruktur kota.
Wali Kota Agustina Wilujeng melalui instruksi ini menekankan pentingnya keselamatan publik sebagai tanggung jawab utama pemerintah daerah.
Pemkot berkomitmen untuk terus memantau Jalan Yos Sudarso dan memastikan PT Cipta mengikuti peraturan yang berkaitan dengan lingkungan.
Upaya ini menjadi contoh penanganan proaktif terhadap keluhan masyarakat di Semarang. (*)
Editor : Anita Fitriani