Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sadis! Anak Kandung Diduga Habisi Ibu Sendiri Pakai Cobek Batu di Pekalongan, Ini Kronologinya

Ali Mustofa • Selasa, 12 Mei 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi meninggal dunia (DOK RADAR KUDUS)
Ilustrasi meninggal dunia (DOK RADAR KUDUS)

PEKALONGAN – Tragedi memilukan terjadi di Jalan Gotong Royong, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, ketika seorang ibu lanjut usia meninggal dunia setelah diduga dianiaya anak kandungnya sendiri pada Senin (11/5/2026).

Korban yang diketahui bernama Tarsimi (66) menghembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan medis akibat luka berat di bagian kepala.

Korban sempat mendapatkan penanganan selama sekitar dua jam di Rumah Sakit Siti Khotidjah.

Namun, luka fatal pada tengkorak kepala membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Terduga pelaku, M Sidik Permana (25), disebut-sebut memiliki dugaan gangguan kejiwaan.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto, menjelaskan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui oleh anak korban lainnya yang juga merupakan kakak pelaku.

Saat itu, saksi menemukan korban dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumah.

“Kami menerima laporan pada Senin pagi dan segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta memintai keterangan dari sejumlah saksi,” ujar AKP Setiyanto.

Dalam proses penyelidikan, polisi mengamankan barang bukti berupa cobek batu yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban hingga mengalami benturan keras di kepala.

Pihak keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Sementara itu, pelaku kini masih menjalani observasi kejiwaan di RS Djunaid guna memastikan kondisi psikologisnya sebelum penentuan langkah hukum selanjutnya.

Peristiwa tragis tersebut mengejutkan warga Gang Gotong Royong, Kelurahan Poncol, yang selama ini mengenal keluarga korban.

Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian bermula pada Minggu (10/5) sekitar pukul 23.00 WIB saat saksi terbangun karena mendengar suara rintihan dari dalam rumah.

Ketika diperiksa, korban ditemukan sudah tergeletak dengan luka parah di kepala.

Di sekitar tubuhnya, terlihat pecahan cobek batu yang diduga menjadi alat penganiayaan.

Pelaku disebut berada di dekat korban tanpa menunjukkan reaksi berarti.

Korban kemudian dievakuasi oleh keluarga dan warga ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Namun, akibat luka yang sangat serius, korban akhirnya meninggal dunia.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi melalui AKP Setiyanto membenarkan kejadian tersebut.

Polisi telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mendalami motif peristiwa yang merenggut nyawa seorang ibu di tangan anak kandungnya sendiri.

Hingga kini, kasus masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar yang tidak menyangka tragedi tersebut terjadi di lingkungan mereka.

Warga pun berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa dan melayat ke rumah duka.

Editor : Ali Mustofa
#kejadian perkara #barang bukti #meninggal #pekalongan #bersimbah darah