Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Heboh Run for Rivers di Pekalongan, Pejabat hingga Komunitas Lari Turun ke Sungai

Ali Mustofa • Kamis, 7 Mei 2026 | 11:56 WIB
Pendiri Sungai Watch abersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Plt Kabupaten Pekalongan Sukirman ikut gerakan clean up. (Lutfi Hanafi, Jawa Pos Radar Semarang)
Pendiri Sungai Watch abersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Plt Kabupaten Pekalongan Sukirman ikut gerakan clean up. (Lutfi Hanafi, Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Semangat menjaga kebersihan lingkungan dan kepedulian terhadap sungai digaungkan di Kota Pekalongan melalui kegiatan Run for Rivers, Kamis pagi (7/5/2026).

Ratusan peserta memadati kawasan Lapangan Mataram untuk mengikuti aksi lari kampanye lingkungan yang digelar bersama komunitas Sungai Watch.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dengan titik start dari Lapangan Mataram dan finis di Museum Batik Pekalongan.

Para peserta menempuh jarak kurang lebih lima kilometer sambil membawa pesan penting tentang penanganan sampah dan pelestarian sungai.

Tiga pendiri Sungai Watch asal Prancis, Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Mereka berlari bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Plt Bupati Pekalongan Sukirman, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Gerry, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ricky Haryadi, serta sejumlah pejabat lainnya.

Selain unsur pemerintah, lebih dari seratus pelari dari berbagai komunitas lari di Kota Pekalongan ikut memeriahkan agenda tersebut.

Rute lari dimulai dari Jalan Mataram menuju Jalan Sumatera, Jalan Irian Jaya, hingga Jalan Sulawesi.

Saat tiba di salah satu titik sungai di Jalan Sulawesi, seluruh peserta berhenti untuk melakukan aksi bersih sungai atau clean up.

Di lokasi tersebut tampak tumpukan sampah plastik memenuhi aliran sungai.

Para peserta bersama tim Sungai Watch kemudian turun langsung mengangkat sampah dari sungai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi lingkungan perkotaan.

Setelah aksi bersih sungai selesai, rombongan kembali melanjutkan perjalanan melewati Jalan Hayam Wuruk, Jalan Sultan Agung, Bundaran Taman Jetayu, hingga akhirnya tiba di Museum Batik Pekalongan sebagai garis finis.

Kedatangan peserta disambut antusias masyarakat dan pengunjung museum.

Mereka juga diajak melihat koleksi batik khas Pekalongan sebelum acara ditutup dengan sarapan bersama dan ramah tamah.

Di sela kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa persoalan sampah harus ditangani mulai dari lingkungan terkecil, seperti rumah tangga, RT, RW, desa, hingga kelurahan melalui program Desa Mandiri Sampah.

Menurutnya, Jawa Tengah saat ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.

Berdasarkan data Pemprov Jateng, produksi sampah di wilayah tersebut mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun dan terus meningkat sekitar 8 hingga 11 persen setiap tahunnya.

Meski demikian, capaian pengelolaan sampah di Jawa Tengah terus menunjukkan peningkatan dan saat ini disebut telah mencapai sekitar 77,76 persen, bahkan menjadi salah satu contoh nasional.

Untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, Pemprov Jateng juga mengembangkan sejumlah program berbasis teknologi dan kerja sama antarwilayah.

Salah satunya melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang disiapkan di kawasan Pekalongan Raya, Tegal Raya, dan Semarang Raya.

Selain itu, teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) juga telah diterapkan di sejumlah daerah seperti Cilacap, Banyumas, Magelang, serta belasan kabupaten lainnya.

Ahmad Luthfi menambahkan, Pemprov Jateng juga membentuk Satgas Sampah dan menyiapkan pembangunan zonasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) regional dengan kapasitas lebih dari seribu ton sampah per hari.

“Target kami menuju zero sampah tahun 2028-2029. Kehadiran Sungai Watch menjadi pemicu semangat untuk bergerak lebih cepat dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap gerakan peduli sampah terus menyebar hingga tingkat masyarakat paling bawah, termasuk lingkungan perumahan dan RT/RW melalui edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga.

“Virus peduli sampah ini harus terus ditularkan ke masyarakat luas,” pungkasnya.

Editor : Ali Mustofa
#run for rivers #lingkungan #pekalongan #gubernur #sampah