Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Alat Musik dan Sound System Raib: 7 Gereja di Boyolali–Semarang Dibobol Maling

Anita Fitriani • Kamis, 7 Mei 2026 | 00:33 WIB
7 Gereja Boyolali-Semarang dibobol maling
7 Gereja Boyolali-Semarang dibobol maling

 

 

 

 

RADAR KUDUS — Sebuah pencurian yang menargetkan rumah ibadah ditemukan di Jawa Tengah pada bulan Mei 2026.

Polisi telah menangkap seorang pria berinisial BU, penduduk Bojong, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, yang telah diketahui membobol tujuh gereja di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Semarang antara Maret hingga April 2026.

Dalam aksinya, pelaku berhasil mengambil berbagai barang elektronik dan alat musik seperti gitar, bass, speaker, mikrofon, serta mixer yang kemudian dijual.

Baca Juga: Satu Aplikasi, Banyak Layanan: SDGs Jadi Kunci Pelayanan Publik di Semarang

Modus operandi yang digunakan pelaku cukup sistematis. BU berkeliling di malam hari dengan sepeda motor dan mencari gereja yang bisa dijadikan sasaran lewat aplikasi Google Maps.

Setelah menemukan lokasi yang tepat, ia akan memilih gereja yang besar dan megah serta memiliki pengamanan yang lemah. Saat melakukan aksinya, tersangka menggunakan linggis berukuran 30 sentimeter untuk membongkar pintu dan alat besi untuk membuka jendela.

Dari tujuh gereja yang menjadi target, dua di antaranya berada di Kabupaten Boyolali, sedangkan lima lainnya terletak di Kabupaten Semarang.

Baca Juga: AHY: Giant Sea Wall Kunci Selamatkan Jakarta dan Semarang

Hingga saat ini, sudah ada satu lokasi di Boyolali yang melaporkan insiden ini kepada polisi, yaitu Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Gunung Singai Sangup, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari.

Dua lokasi lainnya di Boyolali masih dalam tahap pembuatan laporan polisi, sehingga nama-nama gereja tersebut belum dapat dipublikasikan.

CRK Umum Polda Jawa Tengah AKBP Helmy Tamaela menyatakan bahwa pelaku lebih memilih gereja yang besar dengan pengamanan yang tidak ketat.

Baca Juga: Gedung Metro Sport Center Semarang Dilahap Api, Dua Orang Terjebak

Barang-barang yang dicuri sebagian besar adalah peralatan musik dan sistem audio yang gampang untuk dipasarkan kembali. Pencurian ini terjadi sejak Maret hingga April 2026 dan baru terungkap awal Mei 2026 setelah pelaku ditangkap.

Polisi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah berhasil menangkap BU di Kabupaten Boyolali. Dalam proses penggerebekan, mereka berhasil mengamankan satu tersangka serta membuktikan keterlibatannya dalam pencurian di tujuh gereja.

Karena mencakup beberapa kabupaten, kasus ini mendapat perhatian besar dari Polres Boyolali dan Polres Semarang serta Ditreskrimum Polda Jateng.

Baca Juga: Lumpia Vaganza Sukses, Pemkot Semarang Terima Rekor MURI Setelah Bagikan 10 Ribu Lumpia

Hingga hari Rabu, 6 Mei 2026, pihak kepolisian masih menangani dua lokasi kejadian tambahan di Boyolali untuk menyelesaikan laporan resmi dan melengkapi berkas kasus.

Peristiwa ini mengingatkan jemaat dan pengurus gereja untuk meningkatkan sistem pengamanan, terutama di gereja-gereja besar yang sering terlihat megah namun memiliki keamanan fisik yang minimal.

Polda Jawa Tengah juga mendorong masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di sekitar tempat ibadah guna mencegah terulangnya pencurian serupa di masa depan. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#maling di gereja #pencurian #berita semarang #boyolali #gereja