SEMARANG — Pasar Kanjengan Semarang, salah satu area perdagangan di kawasan pasar Johar Semarang Tengah, terbakar pada Rabu malam, 29 April 2026.
Api dengan cepat membakar area tersebut menghancurkan ratusan kios dan ruko yang berada di belakang Pasar Johar, sehingga banyak pedagang kehilangan barang dagangan sekaligus sumber penghasilan mereka dalam waktu singkat.
Kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 22.00-23. 00 WIB, ketika sebagian dari kios dan ruko sudah mulai ditinggalkan setelah aktivitas belanja di sore hari.
Nyala api dengan cepat menyebar dari satu area ke area lainnya, diduga dari sudut belakang kompleks, sehingga ratusan kiosk yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar tidak bisa menahan ledakan api.
Baca Juga: Damkar Semarang Dijebak, Indosaku Pecat DC Pinjol Pengirim Laporan Palsu Kebakaran
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang segera mengerahkan sekitar 10 kendaraan dan lebih dari 60 personel untuk memadamkan api yang terus berkobar hingga Kamis dini hari, 30 April 2026.
Anggota tim pemadam berjuang untuk memadamkan sisa api di kios dan ruko yang mayoritas hanya tersisa kerangka logam dan barang-barang yang hancur.
Data awal yang diperoleh dari Dinas Perdagangan Kota Semarang menunjukkan bahwa sekitar 220 kios dan 26 ruko terdampak kebakaran, tetapi beberapa pihak menyebutkan total kios yang terbakar mencapai sekitar 480 unit.
Baca Juga: Pasar Waru Semarang Kebakaran, Empat Kios Hangus Dilalap Api
Sebagian besar bangunan yang terbakar adalah milik pedagang kaki lima (PKL) dan pengusaha kecil yang secara mandiri menyewa tempat di sekitar Blok F Pasar Kanjengan Kauman.
Sebagian besar pedagang yang terdampak menjual berbagai kebutuhan pokok, produk sembako, pakaian, dan barang-barang rumah tangga, sehingga kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Beberapa pedagang menceritakan bahwa uang modal yang tersimpan di kios mereka, yang jumlahnya mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah, hangus dalam sekejap akibat kebakaran tersebut.
Pada Kamis pagi, petugas masih melakukan pendinginan serta memeriksa area agar tidak terjadi kebakaran ulang di sisa puing-puing.
Baca Juga: HUT ke-479 Semarang, Pemkot Hadirkan Naik BRT Gratis 5 Hari untuk Masyarakat
Sementara itu, sejumlah pedagang yang menunggu di tepi lokasi hanya bisa melihat kios dan barang dagangan mereka musnah, dengan harapan pemerintah kota segera memberikan dukungan dan tempat usaha baru.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengungkapkan bahwa mereka akan segera mendata semua pedagang yang terkena dampak untuk menentukan kebutuhan bantuan dan rencana penataan kembali pasar Kanjengan.
Pihak kepolisian dan dinas terkait juga mulai menyelidiki apa yang menjadi penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan adanya korsleting listrik atau sumber api dari bagian belakang pasar yang padat tersebut.
Kebakaran di Pasar Kanjengan Semarang tahun 2026 ini kembali menyoroti tantangan dalam pengelolaan pasar tradisional di tempat yang padat, di mana banyak kios dan ruko berdempetan yang berisiko tinggi terhadap kebakaran.
Dampaknya tidak hanya merugikan secara fisik, tetapi juga mengganggu roda perekonomian lokal dan memengaruhi kehidupan lebih dari 200 keluarga yang bergantung pada kios di Pasar Kanjengan. (*)
Editor : Anita Fitriani