Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Prestasi Ganda di Hari Otonomi Daerah, Semarang Masuk 10 Besar Kota Berkinerja Tinggi

Anita Fitriani • Senin, 27 April 2026 | 21:05 WIB
Kota Semarang raih dua penghargaan di Hari Otonom Daerah
Kota Semarang raih dua penghargaan di Hari Otonom Daerah

 

 

 

 

SEMARANG — Kota Semarang kembali menorehkan prestasi cemerlang di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan sekaligus pada peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) yang ke-30 Tahun 2026.

Ini menunjukkan kemajuan nyata dalam perbaikan kinerja pemerintahan dan peningkatan layanan publik di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dan Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin.

Penghargaan pertama diperoleh di tingkat Provinsi Jawa Tengah, yaitu peringkat Terbaik II dalam Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk kategori kota.

Kota Semarang sukses meraih skor 98,49, yang menunjukkan bahwa hampir seluruh layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, sanitasi, serta penataan ruang telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan. 

Baca Juga: Kantor Travel Umroh di Semarang Digeruduk Calon Jemaah, Keberangkatan Umrah Batal dan Dicurigai Penipuan

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam upacara resmi Hari Otonomi Daerah yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur pada hari Senin (27/4/2026).

Di tingkat nasional, Kota Semarang menerima penghargaan untuk Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan skor 3,5709 dan dinyatakan sebagai Kinerja Tinggi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025.

Prestasi ini membawa Kota Semarang ke dalam daftar 10 kota terbaik nasional, meningkat dari peringkat 27 pada evaluasi tahun 2024 dengan skor 3,2962 dan status “sedang”.

Peningkatan prestasi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, pemerintah kota mengakui bahwa konsolidasi dan perbaikan tata kelola telah dilakukan sejak masa awal kepemimpinan Wali Kota Agustina pada tahun 2025.

Baca Juga: Pelaku yang Membuat Laporan Kebakaran Palsu Minta Maaf ke Damkar Semarang, Akankah Proses Hukum Tetap Berlanjut?

Fokusnya terletak pada peningkatan kualitas layanan dasar, efisiensi birokrasi yang lebih baik, serta penguatan pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Upaya-upaya ini secara bertahap meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menunjukkan perbaikan pada indikator kinerja yang menjadi acuan penilaian baik di tingkat provinsi maupun pusat.

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah merupakan indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam melaksanakan fungsi pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik, serta menjadi pertimbangan bagi pemerintah pusat dalam memberikan insentif dan mendistribusikan dana. 

Baca Juga: Semarang Kota Toleran: Pawai Ogoh-Ogoh Jadi Ajang Persatuan Lintas Agama

Kota Semarang diproyeksikan akan menerima dukungan yang lebih besar untuk pengembangan infrastruktur, program sosial, dan inisiatif smart city yang sedang diperkuat oleh pemerintah kota.

Secara psikologis, serangkaian penghargaan ini menjadi motivasi moral bagi semua aparatur sipil dan pemangku kepentingan di Kota Semarang.

Pemerintah kota menegaskan bahwa penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi merupakan kesempatan untuk evaluasi dan meningkatkan motivasi dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat.

Wali Kota Agustina menegaskan komitmennya agar peningkatan kinerja tidak hanya tercermin dalam angka penilaian, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh warga melalui pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan responsif.

Baca Juga: Bus Trans Semarang Terus Diperkuat dengan Diganti 10 Bus Baru

Dalam konteks otonomi daerah, prestasi Kota Semarang pada tahun 2026 juga menjadi acuan bagi daerah lain, baik di Jawa Tengah maupun di luar provinsi.

Pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri berharap agar daerah-daerah lain dapat mengikuti praktik baik yang telah dilakukan, terutama dalam penguatan standar pelayanan minimal dan peningkatan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan secara menyeluruh.

Dua penghargaan dalam Hari Otonomi Daerah 2026 menjadi tanda kebangkitan Kota Semarang dalam era tata kelola yang berfokus pada kinerja. 

Berhasilnya masuk dalam 10 besar kota berkinerja tinggi dan meraih penghargaan SPM di tingkat provinsi, Kota Semarang menunjukkan bahwa perbaikan berkelanjutan dalam manajemen pemerintahan bisa membuahkan kepercayaan dan pengakuan yang luas dari tingkat provinsi hingga nasional. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#hari otonom daerah #semarang raih penghargaan #berita semarang hari ini #pemkot semarang #Kota semarang