Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kota Semarang Ungkap Kesiapan Menjadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI 2026

Anita Fitriani • Rabu, 22 April 2026 | 06:58 WIB
Semarang jadi tuan rumah MTq Nasional XXXI tahun 2026
Semarang jadi tuan rumah MTq Nasional XXXI tahun 2026

 

 

 

 

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 11–21 September 2026.

Persiapan disusun secara terstruktur, mulai dari penataan venue, peningkatan fasilitas umum, hingga penguatan kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah yang ramah dan religius.

MTQ Nasional XXXI di Semarang diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi baca Al‑Qur’an, tetapi juga momentum penguatan identitas kota sebagai pusat kegiatan keagamaan dan wisata religi yang layak di level nasional. 

Rencana pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang sudah ditetapkan dengan rentang waktu yang cukup panjang, yakni dimulai dari kedatangan dan registrasi kafilah pada 11–12 September 2026, kemudian pembukaan pada 12 September, pelaksanaan lomba 13–19 September, penutupan pada 19 September, dan kepulangan kafilah pada 20 September 2026.

Baca Juga: Akses Gombel Lama Semarang Ditutup, Jalan Gombel Baru Berubah Jadi Dua Arah

Pemkot Semarang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), dan berbagai instansi terkait untuk memastikan seluruh tahapan dapat berjalan tertib dan lancar.

Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 8.000 kafilah dari 38 provinsi di Indonesia, Semarang harus menyiapkan infrastruktur dan layanan yang memadai agar tidak terjadi kemacetan, kepadatan, maupun gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung. 

Sebagai tuan rumah, Pemkot Semarang menekankan pentingnya kesiapan teknis di lapangan, termasuk pembenahan jalan, drainase, pengendalian risiko banjir, serta pengaturan titik parkir dan rekayasa lalu lintas, terutama di kawasan utama seperti Simpang Lima yang akan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan.

Baca Juga: Gegara Tak Mau Mandi, Remaja Perempuan 15 Tahun di Semarang Jadi Korban Pembakaran oleh Pamannya

Selain itu, penataan fasilitas umum, lampu jalan, penerangan, dan toilet di sekitar lokasi MTQ juga menjadi prioritas agar peserta dan tamu dari berbagai daerah merasa nyaman berada di ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Mengingat berlangsung pada musim kemarau, pemkot juga memperhatikan penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, dan penghijauan kota untuk menjaga citra Semarang sebagai kota yang bersih, rapi, dan sehat.

Salah satu fokus utama Pemkot Semarang adalah penguatan kesiapan tempat ibadah dan fasilitas pendukung kegiatan keagamaan, terutama masjid–masjid yang akan menjadi lokasi ibadah dan acara pendukung selama MTQ.

Baca Juga: Proyek Besar Gombel Lama Semarang: Jalan Mulai Ditutup Total

Program “resik masjid” diluncurkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke‑479 Kota Semarang, yang akan dikibarkan secara resmi pada 25 April 2026 dan berlanjut hingga mendekati pelaksanaan MTQ.

Melalui program ini, seluruh masjid di Kota Semarang dipastikan dalam kondisi bersih, tertata, dan layak menjadi ruang ibadah yang nyaman bagi kafilah dari berbagai wilayah di Indonesia maupun wisatawan muslim yang berkunjung selama perhelatan. 

Selain kesiapan infrastruktur, Pemkot juga menyiapkan aspek “soft” penyelenggaraan, seperti keramahan warga, keamanan, dan pelayanan publik yang responsif.

Baca Juga: Pemkot Semarang Ajak Warga Rayakan Ulang Tahun ke‑479 dengan 17 Kado Hebat

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa menjadi tuan rumah MTQ Nasional bukan hanya soal kesiapan gedung dan lokasi lomba, tetapi juga soal karakter kota dan perilaku warganya.

Oleh karena itu, pemkot intensif mengajak masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan MTQ melalui menjaga kebersihan lingkungan, disiplin berlalu lintas, serta senantiasa menyapa dan membantu tamu yang datang dengan ramah dan penuh keramahan.

Dalam aspek kegiatan, Semarang juga menyiapkan rangkaian acara pendukung yang bernuansa rekor dan kreativitas, salah satunya pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada malam pembukaan MTQ Nasional 2026.

Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat daya tarik publik terhadap gelaran MTQ sekaligus memperkenalkan Semarang sebagai kota yang inovatif dan penuh semangat.

Baca Juga: Awal Musim Haji! 360 Jemaah Kloter Perdana Embarkasi Solo Mulai Diberangkatkan

Tak ketinggalan, Pemkot dan Pemprov Jawa Tengah juga merancang bazar UMKM berbasis syariah yang menampilkan berbagai produk lokal, dari busana muslim, makanan halal, hingga kuliner khas yang disajikan dengan suasana religius dan ramah ramai. 

Kesiapan Semarang sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI 2026 sempat dinilai oleh Kementerian Agama RI melalui survei dan kajian, yang menilai posisi Kota Semarang cukup strategis karena keragaman masyarakat, aksesibilitas transportasi, serta tradisi religius yang kuat.

Adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, pelaku usaha, dan masyarakat, Pemkot Semarang menargetkan MTQ Nasional 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum peningkatan kualitas kehidupan beragama dan keharmonisan sosial di kota ini.

Dengan demikian, semangat MTQ Nasional 2026 di Semarang diharapkan terus bergema sebagai dorongan untuk membumikan nilai‑nilai Al‑Qur’an dalam kehidupan sehari‑hari, baik bagi peserta, masyarakat, maupun generasi muda di Kota Semarang.

Editor : Anita Fitriani
#mtq nasional xxxI #berita semarang hari ini #pemkot semarang #mtq #muri