SEMARANG - Pengendara dari arah Semarang atas dan bawah diimbau total melewati Jalan Gombel Baru mulai Senin (20/4/2026) pukul 09.00 WIB setelah Jalan Gombel Lama ditutup rapat dengan water barrier.
Imbauan polisi untuk menggunakan jalur alternatif dua arah ini langsung memicu kemacetan parah sepanjang 2 kilometer di tanjakan Gombel Baru, Kecamatan Banyumanik.
Pengendara terpaksa mengikuti skema prioritas 3 lajur naik dan 1 lajur turun, tapi volume kendaraan yang melonjak membuat arus tersendat total.
Penutupan Gombel Lama selama tujuh bulan untuk perbaikan 1,27 kilmeter memaksa semua pengendara dialihkan ke Gombel Baru yang sebelumnya hanya searah.
Satlantas Polres Semarang mengimbau penggunaan jalur ini melalui spanduk dan petugas di lapangan.
Baca Juga: Hari Pertama Jalan Gombel Lama Semarang Tutup, Arus Lalu Lintas Tersendat Parah di Gombel Baru
Namun, realitas hari pertama melihatkan pengendara kesulitan beradaptasi, dengan antrean mengular dari flyover Jatingaleh hingga puncak tanjakan.
Aiptu Muhammad Zamroni dari Satlantas menegaskan imbauan utama adalah melewati Gombel Baru dengan sistem 3-1 untuk kelancaran, sambil melarang kendaraan berat kecuali via tol.
Pengendara diarahkan mematuhi aturan ini demi menghindari kelumpuhan lebih parah, tapi truk nekat dan mobil mogok justru memperburuk situasi di tengah stop-and-go berkepanjangan.
Baca Juga: Proyek Besar Gombel Lama Semarang: Jalan Mulai Ditutup Total
Personel polisi dikerahkan penuh untuk mengatur, meski tekanan volume kendaraan membuat pengimbauan sulit efektif.
Pengendara mulai mengubah rute sesuai imbauan, tapi banyak yang terjebak karena Gombel Baru tak siap menampung lalu lintas harian Gombel Lama.
Beberapa memilih jalur tikus seperti Tol Jatingaleh-Srondol atau Jalan Jangkungan-Undip setelah mendapat arahan petugas, namun opsi ini pun tersendat akibat lonjakan pengendara yang sama-sama menghindari kemacetan utama.
Imbauan menghindari jam sibuk pagi-sore terus disuarakan untuk mengurangi beban.
Dampak imbauan pengalihan ini juga melanda transportasi umum, di mana halte BRT Gombel kehilangan fungsi karena bus Trans Semarang enggan berhenti di pinggir jalan yang padat.
Baca Juga: Pemkot Semarang Ajak Warga Rayakan Ulang Tahun ke‑479 dengan 17 Kado Hebat
Penumpang terlantar menunggu, sementara pengendara pribadi mengeluhkan waktu tempuh yang memakan dua kali lipat dari biasa. Polisi terus mengingatkan cek kondisi kendaraan sebelum masuk Gombel Baru agar mogok bisa diminimalisir.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mendukung imbauan Gombel Baru sebagai solusi utama dan memfasilitasi akses di ujung penutupan.
Pengendara diimbau sabar beradaptasi pada hari-hari awal, dengan harapan informasi pengalihan merata melalui media sosial dan papan pengumuman.
Namun, keluhan pengendara soal antrean panjang menunjukkan perlunya penyesuaian skema imbauan segera.
Sore hari, kemacetan di Gombel Baru mencapai puncak dengan pengendara frustrasi menanti giliran naik tanjakan sesuai imbauan 3-1.
Baca Juga: Dukung Kelancaran Haji 2026, Pemkot Semarang Berangkatkan 63 ASN sebagai Petugas Haji Daerah
Hingga malam, arus dari bawah ke atas masih tersendat meski imbauan terus digencarkan, dengan pengendara mulai hafal rute alternatif.
Media sosial dipenuhi curhatan soal pengalihan Gombel Baru yang overload, menekan pemerintah untuk evaluasi cepat.
Pengendara berharap imbauan diikuti solusi konkret agar rutinitas tak terus terganggu.
Imbauan melewati Gombel Baru menjadi kunci kelancaran selama penutupan, tapi hari pertama mengungkap ketidaksiapan infrastruktur.
Pengendara diimbau terus pantau update polisi untuk rute terbaik dan menghindari pelanggaran yang memperparah kemacetan harian di jalur atas Semarang. (*)
Editor : Anita Fitriani