SEMARANG — Jalan Gombel Lama di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, akan mulai pengerjaan pada tanggal 20 April 2026 untuk menjalani proyek rekonstruksi besar-besaran selama kurang lebih tujuh bulan, hingga sekitar November 2026.
Penutupan akses ini dilakukan sebagai bagian dari program preservasi Jalan Semarang–Sruwen yang dikelola Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Jawa Tengah–DIY, dengan tujuan utama meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di salah satu turunan yang kerap ambles dan retak berulang kali.
Selama masa penutupan, arus kendaraan pribadi dan angkutan umum dari Semarang menuju Bawen atau sebaliknya secara resmi dialihkan melalui Jalan Setiabudi atau yang dikenal sebagai Gombel Baru.
Jalan Gombel Baru yang biasanya beroperasi satu arah menanjak, akan difungsikan menjadi dua arah (contra flow) agar mampu menampung volume lalu lintas Gombel Lama yang berpindah.
Baca Juga: Pemkot Semarang Rayakan Hari Jadi ke-479 dengan Kado Diskon PBB 10 Persen
Pengendara yang biasanya turun menyusur turunan Gombel Lama kini diarahkan naik melalui jalur Gombel Baru, lalu menyambung ke Jalan Sertu Syamsu atau Jalan Lembah Bawen–Sruwen menuju kawasan selatan.
Jalur alternatif lain yang disarankan adalah bagi kendaraan berat, seperti truk besar dan angkutan barang, untuk menggunakan akses jalan tol Banyumanik–Jatingaleh atau terus menuju pintu tol Jangli.
Pemilihan jalur tol ini dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan di sekitar Gombel Baru sekaligus menghindari potensi kerusakan jalan akibat beban berat di ruas yang kondisinya memang lebih terbatas.
Dinas Perhubungan Kota Semarang dan aparat kepolisian juga telah memasang rambu‑rambu pengalihan arus serta membentuk pos pengaturan lalu lintas di titik-titik simpang kritis untuk memudahkan pengendara menemukan rute alternatif.
Terhitung sejak 20 April 2026, jalan Gombel Lama akan benar‑benar “ditutup total” karena proyek rekonstruksi bukan sekadar perbaikan permukaan, melainkan pembongkaran total struktur jalan di kawasan patahan tanah untuk mengatasi masalah ambles dan retak yang berulang.
Baca Juga: Jalan Gombel Lama Semarang Ditutup Total Selama 7 Bulan, Dana Perbaikan Capai Rp17,5 Miliar
Metode pengerjaan lebih kompleks, termasuk penataan ulang lereng dan drainase, sehingga penutupan akses jangka panjang menjadi keharusan.
Proyek preservasi turunan Gombel Lama Semarang diketahui menelan dana sekitar Rp181 miliar yang menjadikannya salah satu proyek jalan nasional terbesar di Jawa Tengah dalam tiga tahun terakhir.
Dari total paket tersebut, alokasi khusus untuk rekonstruksi 1,27 kilometer Jalan Gombel Lama mencapai sekitar Rp17,5 miliar, yang digunakan untuk pemancangan pondasi, penataan aligmen, hingga pengaspalan baru.
Targetnya, setelah tujuh bulan pengerjaan, ruas Gombel Lama akan kembali dibuka dengan kondisi jalan yang lebih stabil, permukaan lebih rata, dan sistem drainase yang lebih baik, sehingga risiko ambles dan kemacetan parah akibat kerusakan jalan bisa ditekan.
Pemerintah berharap, dengan pengalihan arus yang tertib melalui Gombel Baru dan jalur tol, masyarakat dapat beradaptasi dengan pola lalu lintas baru, sementara pada akhir proyek, mereka akan mendapatkan kembali akses jalur utama Semarang–Bawen yang lebih aman dan nyaman. (*)
Editor : Anita Fitriani