Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ribuan Peserta Resmi Diberangkatkan, Program Balik Rantau Gratis Jateng Disambut Antusias

Ali Mustofa • 2026-03-28 13:34:43
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas ribuan peserta program balik rantau gratis dari Asrama Haji Donohudan, Sabtu (28/3). (PEMPROV JATENG UNTUK RADAR KUDUS)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas ribuan peserta program balik rantau gratis dari Asrama Haji Donohudan, Sabtu (28/3). (PEMPROV JATENG UNTUK RADAR KUDUS)

BOYOLALI – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Program Balik Rantau Gratis 2026 untuk membantu warga kembali ke kota perantauan setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.

Pelepasan peserta dilakukan dari beberapa titik, yakni Asrama Haji Donohudan Boyolali, Terminal Mangkang Semarang, serta Terminal Bulupitu Banyumas.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara langsung melepas ribuan peserta dari Asrama Haji Donohudan, Sabtu (28/3/2026).

Program lanjutan dari mudik gratis ini menjangkau total 21.975 warga, sekaligus menunjukkan peran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat perantau, terutama pekerja sektor informal.

Di lokasi Donohudan yang menjadi titik keberangkatan terbesar, sebanyak 41 bus diberangkatkan.

keseluruhan, Pemprov Jateng menyiapkan 84 bus dengan kapasitas 4.181 penumpang serta empat gerbong kereta api berkapasitas 320 penumpang.

Ahmad Luthfi menegaskan, kehadiran negara tidak hanya diperlukan saat arus mudik, tetapi juga ketika arus balik.

Program ini diharapkan dapat membantu para perantau kembali bekerja tanpa terbebani biaya transportasi.

Menurutnya, bantuan perjalanan tersebut memungkinkan para pekerja informal tetap menyimpan tabungan untuk kebutuhan keluarga.

Meski nilainya tidak besar, dukungan pemerintah dinilai sangat berarti bagi masyarakat.

Selain itu, program mudik dan balik gratis dinilai turut membantu pengaturan arus lalu lintas.

Perjalanan bersama yang terkoordinasi membuat mobilitas pemudik lebih tertib, terpantau, dan berpotensi menekan titik rawan kecelakaan.

Gubernur juga berpesan kepada warga Jawa Tengah yang kembali merantau agar tetap menjaga etos kerja serta membawa citra positif daerah asal sebagai pekerja yang ulet, santun, dan toleran.

Moda kereta api dalam program ini telah diberangkatkan lebih dulu pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Pasar Senen Jakarta menggunakan KA Tawang Jaya Premium.

Sementara itu, mayoritas armada bus diarahkan ke wilayah Jabodetabek, yakni 76 bus menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang dan delapan bus menuju Bandung.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arif Djatmiko mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Pendaftaran yang dibuka selama dua hari langsung penuh hanya dalam hitungan menit.

Secara keseluruhan, rangkaian program mudik dan balik gratis tahun ini melayani 21.975 orang, terdiri atas 1.288 penumpang kereta api mudik, 16.186 penumpang bus mudik, 320 penumpang kereta api balik, serta 4.181 penumpang bus balik.

Demi keselamatan perjalanan, seluruh armada dan kru telah menjalani ramp check sesuai standar teknis dan kesehatan.

Program ini juga dirancang ramah bagi kelompok rentan, termasuk lansia, difabel, dan pendamping yang turut difasilitasi di berbagai titik keberangkatan.

Sudiman, salah satu peserta, mengaku sangat terbantu karena anaknya yang berkebutuhan khusus mendapat fasilitas memadai selama perjalanan.

Harapannya, program serupa dapat terus dilanjutkan.

Hal senada disampaikan Lendra, pengemudi ojek online asal Solo yang kembali memanfaatkan program ini bersama keluarga.

Ia menilai fasilitas balik gratis sangat membantu menghemat pengeluaran sehingga dana bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain. (*)

Editor : Ali Mustofa
#program balik rantau #penumpang #masyarakat #gubernur jateng #Ahmad Luthfi