Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Usai Jebol, Kini Retak Lagi! Tanggul Sungai Tuntang Jadi Perhatian Pemprov Jateng

Ali Mustofa • Jumat, 27 Maret 2026 | 11:13 WIB
RETAK: Kondisi tanggul sungai Tuntang di wilayah Grobogan-Demak yang retak. (PEMPROV JATENG UNTUK RADAR KUDUS)
RETAK: Kondisi tanggul sungai Tuntang di wilayah Grobogan-Demak yang retak. (PEMPROV JATENG UNTUK RADAR KUDUS)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mempercepat penanganan retakan tanggul Sungai Tuntang yang berada di perbatasan Kabupaten Demak dengan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

Retakan tersebut berada tidak jauh dari lokasi tanggul yang jebol pada Februari 2026 lalu.

Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana terkait kondisi tersebut.

Kekhawatiran muncul karena keretakan berada di titik yang berdekatan dengan lokasi kerusakan sebelumnya, sehingga perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan risiko lebih besar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa terdapat dua langkah utama yang dilakukan BBWS Pemali Juana.

Pertama, penguatan tanggul dengan pemasangan bronjong berisi batu.

Kedua, penambahan sandbag atau karung berisi pasir sebagai penguat sementara.

Ia berharap kombinasi langkah tersebut mampu membuat tanggul lebih kokoh dan aman dari potensi kerusakan lanjutan.

Menurutnya, pemasangan sandbag dapat dilakukan relatif cepat karena langsung ditempatkan di titik retakan.

Sementara itu, pemasangan bronjong membutuhkan waktu lebih lama karena harus dilakukan secara presisi agar tidak menimbulkan longsor atau retakan baru.

Henggar menambahkan, keretakan yang muncul saat ini diduga berkaitan dengan proses perbaikan sebelumnya yang dilakukan dalam waktu singkat.

Saat tanggul jebol pada Februari lalu, BBWS ditarget menyelesaikan penanganan dalam waktu tiga hari karena mendekati Lebaran 2026.

Penanganan cepat saat itu dilakukan agar pemerintah provinsi dapat segera memperbaiki ruas jalan yang rusak akibat banjir dan jebolnya tanggul.

Kini, Pemprov Jateng berharap perbaikan retakan bisa dipercepat, mengingat curah hujan masih terjadi meskipun tidak setinggi awal tahun 2026.

Langkah antisipasi dinilai penting agar peningkatan debit sungai tidak memperparah kondisi tanggul.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga mengingatkan pemerintah daerah Grobogan dan Demak bersama para pemangku kepentingan untuk rutin merawat tanggul sungai.

Upaya tersebut antara lain dengan menanam pohon di sekitar tanggul serta mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di aliran sungai. (*)

Editor : Ali Mustofa
#pemprov jateng #masyarakat #sungai tuntang meluap #BBWS Pemali Juana