JAKARTA – Upaya memperkuat sektor logistik di Jawa Tengah akan dipercepat setelah Lebaran 2026. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepakat untuk segera merealisasikan revitalisasi pelabuhan serta pembangunan dry port guna mendukung pertumbuhan kawasan industri yang semakin pesat.
Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar di Anjungan Jawa Tengah, Jakarta, pada Senin (16/3/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di sela kegiatan pemberangkatan puluhan ribu pemudik dari Jabodetabek menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Achmad Muchtasyar menyampaikan bahwa diskusi dengan Gubernur berlangsung produktif dan sejalan dengan agenda Pelindo dalam memperkuat sistem logistik nasional. Salah satu rencana yang dibahas adalah penataan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta pembangunan dry port.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan kawasan industri di Jawa Tengah menuntut sistem logistik yang lebih efisien dan terintegrasi. Oleh karena itu, pembangunan dry port di sekitar kawasan industri menjadi langkah strategis yang akan diambil.
Meski demikian, Pelindo saat ini masih memprioritaskan layanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Setelah periode tersebut selesai, perusahaan akan membentuk tim khusus untuk mempercepat pelaksanaan proyek-proyek tersebut.
Baca Juga: Jateng Jalur Mudik Terpadat, Ahmad Luthfi Ajak Pemudik Belanja Produk UMKM
Di sisi lain, Gubernur Ahmad Luthfi menyambut positif komitmen Pelindo. Ia menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pergerakan kontainer nasional, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Saat ini, sebagian besar kontainer dari kawasan industri di Jawa Tengah masih dikirim melalui pelabuhan di Jakarta dan Surabaya, sementara hanya sekitar 30 persen yang langsung diberangkatkan dari wilayah sendiri.
Menurutnya, keterbatasan kapasitas pelabuhan menjadi salah satu kendala utama. Meski revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas telah beberapa kali diusulkan, kapasitas yang ada masih belum mampu memenuhi kebutuhan logistik kawasan industri yang terus berkembang.
Akibat kondisi tersebut, banyak potensi ekonomi daerah belum tergarap maksimal karena distribusi barang harus melalui luar daerah. Sebagai solusi, pembangunan dry port dinilai penting untuk menjadi simpul logistik baru.
Baca Juga: Ammy Amalia Resmi Jadi Plt Bupati Cilacap, Gubernur Jateng Minta Pelayanan Publik Tetap Optimal
Rencana pembangunan dry port ini sebelumnya juga telah dibahas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Beberapa lokasi strategis telah diidentifikasi, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Dry port di Batang nantinya akan terhubung dengan simpul logistik lain, seperti Kendal, serta terintegrasi dengan moda transportasi kereta api guna mendukung distribusi barang dan mobilitas tenaga kerja.
Konsep tersebut juga telah disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sebagai bagian dari pengembangan sistem logistik terpadu di Jawa Tengah. (*)
Editor : Admin