Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemprov Jateng Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Exit Tol Bawen, Antisipasi Kepadatan Lebaran 2026

Anita Fitriani • Kamis, 12 Maret 2026 | 16:45 WIB

 

Exit Tol Bawen (Foto: tangkapan layar YouTube Jawa Pos Radar Semarang)
Exit Tol Bawen (Foto: tangkapan layar YouTube Jawa Pos Radar Semarang)

RADAR KUDUS - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik dan balik Lebaran 2026 sekaligus menekan angka kecelakaan di titik tersebut. 

Titik exit yang terhubung dengan Simpang Bawen itu selama ini dikenal sebagai salah satu jalur rawan karena karakter jalan menurun, dekat dengan persimpangan dan lampu lalu lintas, serta menjadi pertemuan arus kendaraan dari Tol Semarang–Solo menuju Bawen, Ambarawa, hingga jalur ke arah Yogyakarta. 

Dalam beberapa tahun terakhir, sudah tercatat beberapa kasus kecelakaan lalu lintas di sekitar exit ini, sehingga pemerintah daerah bersama kepolisian dan pemangku kepentingan terkait menjadikannya sebagai prioritas pengamanan selama periode Lebaran.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jateng melalui Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang, kepolisian, dan instansi terkait untuk merancang skema rekayasa lalu lintas yang bersifat sementara namun terukur, khusus untuk masa mudik dan balik Lebaran 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan bahwa koridor dari Simpang Bawen hingga Exit Tol Bawen sudah diidentifikasi sebagai titik kepadatan, sehingga pengaturan arus dan pemisahan jenis kendaraan menjadi kunci dalam mengurangi risiko kecelakaan. 

Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah pemisahan jalur sepeda motor dari kendaraan roda empat dan kendaraan besar, sehingga pengendara roda dua tidak lagi bercampur langsung dengan arus kendaraan berat saat keluar-masuk tol. 

Selain itu, pengaturan ulang siklus traffic light di sekitar simpang akan dilakukan agar laju kendaraan lebih terkendali, sekaligus mengurangi potensi rem mendadak akibat perubahan kecepatan yang ekstrem dari jalur tol ke jalan arteri. 

Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, pos pengamanan terpadu akan didirikan di sekitar exit, dengan petugas yang bersiaga memantau kepadatan, mengarahkan pengguna jalan, dan melakukan penanganan cepat jika terjadi insiden.

Rekayasa lalu lintas ini juga diintegrasikan dengan pemanfaatan Tol Fungsional Bawen–Ambarawa yang mulai difungsikan pada pertengahan Maret 2026, sehingga sebagian arus yang biasanya menumpuk di Simpang Bawen dapat terurai ke jalur fungsional tersebut.

Melalui langkah rekayasa lalu lintas di Exit Tol Bawen ini, Pemprov Jateng berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih aman dan lancar, khususnya di titik-titik yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.

Baca Juga: Perbaikan Turunan Jalan Gombel Lama Semarang Dimulai April 2026

Pemerintah juga mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi rambu serta arahan petugas di lapangan, mengurangi kecepatan saat memasuki kawasan exit dan simpang, serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum melakukan perjalanan jauh. 

Dengan rekayasa teknis di jalan, kehadiran petugas di lapangan, dan kedisiplinan pengguna jalan, pemerintah daerah optimistis risiko kecelakaan di Exit Tol Bawen selama masa Lebaran dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat bermudik dan kembali ke perantauan dengan rasa aman dan nyaman. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#Pemerintah Provinsi Jawa Tengah #Exit Tol Bawen #semarang #Kabupaten Semarang #Rekayasa lalu lintas