Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Antisipasi Kenaikan Harga, Pemprov Jateng Beri Subsidi Cabai dan Gelar 308 Gerakan Pangan Murah

Zainal Abidin RK • Jumat, 20 Februari 2026 | 14:41 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi  cek sembako
Gubernur Ahmad Luthfi cek sembako

KABUPATEN SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dengan menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta operasi pasar. Dalam waktu dekat, sebanyak 308 kegiatan GPM akan digelar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Pemantauan harga pasar dilakukan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi bersama Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, pada Jumat pagi, 20 Februari 2026, di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terkendali, terutama menjelang Ramadan.

Setibanya sekitar pukul 07.00 WIB, keduanya berkeliling pasar, berdialog dengan pedagang dan pembeli, serta memantau kondisi stok dan harga. Secara umum, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Namun, sejumlah komoditas seperti cabai rawit merah dan bawang merah tercatat mengalami kenaikan melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP) dan rata-rata harga provinsi.

Menyikapi harga cabai yang mencapai Rp80 ribu per kilogram, Pemprov Jateng akan menggelar 308 GPM sekaligus memberikan subsidi sehingga harga cabai ditekan menjadi Rp65 ribu per kilogram. Gubernur juga meminta Direktur BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB) segera melaksanakan operasi pasar untuk komoditas yang mengalami lonjakan harga.

“Segera tindak lanjuti bahan pokok yang naik dan koordinasikan dengan dinas serta instansi terkait,” tegas Ahmad Luthfi usai berdialog dengan pedagang.

Selain operasi pasar, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah akan melaksanakan 308 kegiatan GPM hingga Maret 2026 di seluruh daerah. Program ini bertujuan menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan bahan pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, menyampaikan bahwa secara umum stok pangan strategis di Jawa Tengah masih aman. Bahkan, untuk komoditas beras, provinsi ini mencatat surplus yang cukup besar.

Memasuki Ramadan, 12 komoditas pangan strategis dinyatakan dalam kondisi aman, meskipun beberapa di antaranya mengalami kenaikan harga. Saat ini, harga cabai di tingkat konsumen rata-rata mencapai Rp80 ribu per kilogram. Sementara harga daging ayam dan daging sapi mulai merangkak naik, meski masih berada di bawah HAP.

Rini menjelaskan, kenaikan harga cabai dipengaruhi tingginya permintaan dari luar daerah, khususnya Jakarta, yang harga cabaainya telah mencapai Rp100 ribu per kilogram. Kondisi tersebut mendorong pedagang mengirim pasokan ke luar daerah, sehingga berdampak pada kenaikan harga di Jawa Tengah.

Sebagai bentuk intervensi, Pemprov Jateng menugaskan JTAB menjual cabai bersubsidi seharga Rp65 ribu per kilogram di tingkat konsumen. Langkah ini diharapkan dapat menekan lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

Melalui kombinasi operasi pasar, subsidi, dan Gerakan Pangan Murah, Pemprov Jawa Tengah menargetkan kestabilan harga kebutuhan pokok tetap terjaga hingga Idulfitri mendatang.

Editor : Zainal Abidin RK
#Ahmad Luthfi #sembako #gpm