Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

India Ditawari Peluang Investasi Hijau dan Medis, Jateng Siap Perkuat Kemitraan

Zainal Abidin RK • Kamis, 19 Februari 2026 | 15:22 WIB

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan tawaran itu saat menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di kantornya pada Kamis, 19 Februari 2026.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan tawaran itu saat menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di kantornya pada Kamis, 19 Februari 2026.

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka peluang kerja sama investasi dengan India melalui sejumlah sektor potensial, mulai dari industri padat karya, layanan kesehatan dan tenaga medis, hingga ekonomi serta industri hijau. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di wilayah tersebut.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan tawaran itu saat menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di kantornya pada Kamis, 19 Februari 2026. Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pengusaha India yang telah berinvestasi di Indonesia.

Ahmad Luthfi menjelaskan, saat ini investasi India di Jawa Tengah berada di posisi ke-17 dengan total nilai mencapai Rp 646,52 miliar. Penanaman modal tersebut tersebar di berbagai bidang, antara lain industri tekstil yang mendominasi sekitar 62 persen, diikuti sektor hotel dan restoran 16 persen, perdagangan dan reparasi 12 persen, industri kayu 4 persen, serta sektor lainnya.

Ke depan, Pemprov Jateng menawarkan peluang di sektor ekonomi hijau, tenaga medis profesional dan rumah sakit, serta industri padat karya khususnya garmen. Menurutnya, tambahan investasi sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang pada 2025 tercatat sebesar 5,37 persen, disertai penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39 persen.

Ia menekankan bahwa investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Untuk memperkuat kepercayaan investor, Pemprov Jateng juga berencana melakukan studi komparatif ke India guna menunjukkan bahwa Jawa Tengah merupakan daerah yang kondusif dan kompetitif bagi penanaman modal.

Sementara itu, Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, menyatakan adanya minat besar dari pemerintah dan pelaku usaha India untuk memperluas investasi di Jawa Tengah. Ia menilai India dan Indonesia, khususnya Jawa Tengah, memiliki kesamaan karakteristik berupa jumlah penduduk yang besar sebagai potensi pasar sekaligus tenaga kerja.

Ia juga mengapresiasi stabilitas sosial dan ekonomi di Jawa Tengah yang dinilai menciptakan iklim investasi yang nyaman. Bahkan, menurutnya, sejumlah perusahaan India merasa betah beroperasi di wilayah tersebut.

Selain itu, Sandeep mengungkapkan rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) salah satu perusahaan asal India di Jawa Tengah pada Agustus 2026 dengan nilai investasi sekitar 30 juta dolar AS.

Dengan peluang kerja sama yang semakin terbuka, Jawa Tengah menargetkan posisi yang lebih strategis sebagai destinasi investasi India di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah tantangan global. (*)

Editor : Zainal Abidin RK
#khusus #gubernur jateng #Ahmad Luthfi #india #investasi