Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jembatan Tak Kuat Menahan Beban, Dua Remaja di Wonosobo Jatuh ke Sungai Bersama Motor, Begini Kronologinya

Ali Mustofa • Kamis, 19 Februari 2026 | 11:22 WIB

Warga Desa Kalikuning Kalikajar tak bisa melintasi jembatan karena ambles pada Selasa (17/2/2026) sore. (Istimewa)
Warga Desa Kalikuning Kalikajar tak bisa melintasi jembatan karena ambles pada Selasa (17/2/2026) sore. (Istimewa)
WONOSOBO — Jembatan penghubung antarwilayah di Desa Kalikuning, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo ambruk akibat longsor pada Selasa (17/2/2026) sore.

Insiden tersebut menyebabkan empat warga mengalami luka setelah terjatuh saat melintasi jembatan.

Jembatan yang menghubungkan Dusun Ngadiloka dan Dusun Semampir serta menjadi akses menuju Desa Lamuk itu runtuh setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras dalam waktu lama.

Baca Juga: Sungai Meluap dan Arus Deras, Dua Pemuda Hanyut Saat Bermain di Sungai Dukuh Ngambleg di Grobogan, Pencarian Terus Dilakukan

Tingginya debit sungai mengikis tanah penopang hingga struktur jembatan tidak lagi mampu menahan tekanan.

Kepala Dusun Semampir, Wahno, mengungkapkan bahwa hujan lebat menyebabkan banjir besar yang memicu erosi di sekitar jembatan hingga akhirnya roboh.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Sesaat sebelum jembatan ambrol, dua remaja diketahui tengah melintas di atasnya.

Kondisi bangunan yang sudah rapuh tidak mampu menahan beban serta derasnya arus, sehingga keduanya terjatuh ke sungai bersama sepeda motor yang dikendarai.

Dua warga lain yang berupaya memberikan pertolongan turut terseret longsoran.

Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawat, memastikan seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat meskipun mengalami luka. Kendaraan yang ikut terjatuh juga dapat diselamatkan.

Dua warga yang melintas diketahui berinisial A (17) dan F (18). A mengalami retak tulang, sementara F hanya mengalami luka ringan.

Baca Juga: Update Harga Emas Antam Kamis Pagi, Tembus Rp2,916 Juta per Gram

Sedangkan dua warga yang mencoba menolong, yakni H (26) dan W (36), juga mengalami luka ringan. Seluruh korban merupakan warga Dusun Semampir.

Ambrolnya jembatan berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat.

Warga kini harus menempuh jalur alternatif dengan memutar sejauh sekitar tiga kilometer untuk menuju dusun tetangga maupun akses ke Desa Lamuk.

Kondisi ini menghambat mobilitas pelajar, pekerja, serta distribusi hasil pertanian.

Peristiwa tersebut ternyata bukan yang pertama terjadi di lokasi yang sama. Longsor serupa pernah terjadi pada Mei 2025.

Saat itu, lokasi telah ditinjau oleh BPBD dan dinas terkait, kemudian dilakukan penanganan darurat menggunakan dana APBDes karena jembatan tersebut merupakan aset desa.

Baca Juga: Update Harga Emas Kamis 19 Februari, UBS dan Galeri24 Alami Penurunan

Sekretaris Komisi C DPRD Wonosobo, Wisnu Ibet Pradana, menilai kondisi jembatan sebelum kejadian memang sudah memprihatinkan.

Struktur bangunan disebut telah miring ke arah barat dan berpotensi roboh sewaktu-waktu.

Ia mendorong agar penanganan tidak lagi bersifat sementara.

Menurutnya, meskipun jembatan berstatus aset desa, pemerintah daerah tetap dapat mengambil langkah penanganan melalui skema anggaran tak terduga demi keselamatan masyarakat.

Editor : Ali Mustofa
#wonosobo #longsoran #longsor #jembatan