SEMARANG – Jasad siswi SMPN 3 Boja berinisial NE yang sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, akhirnya ditemukan tim SAR gabungan.
Korban ditemukan sekitar delapan kilometer dari lokasi awal saat terjatuh bersama sepeda motornya.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono, menyampaikan bahwa jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.20 WIB di wilayah Cempogo.
Proses evakuasi kemudian selesai sekitar pukul 14.40 WIB sebelum jenazah dibawa ke rumah duka.
Menurut Moel, korban ditemukan pada hari keenam operasi pencarian.
Tim SAR sebelumnya telah melakukan penyisiran di area tersebut, namun jasad korban sempat tidak terlihat karena tertutup tumpukan sampah yang terbawa arus banjir.
Ia menjelaskan, saat kejadian debit air sungai meningkat akibat luapan banjir, sehingga korban tertimbun material sampah.
Lokasi penemuan pun berada di sekitar area yang sebelumnya telah disisir tim SAR, tetapi saat itu terhalang tumpukan sampah.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang banjir saat hujan deras.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tersebut bermula pada Selasa (10/2) sebelum pukul 19.00 WIB, ketika dua pengendara sepeda motor melintas di kawasan Karangmalang, Kecamatan Mijen, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Luapan air sungai menyebabkan arus deras di jalan yang dilalui korban.
Kapolsek Mijen Kompol Sutowo menjelaskan, banjir yang meluap ke jalan memiliki arus cukup kuat. Diduga korban mencoba menerobos genangan air, namun akhirnya terseret arus.
Dalam kejadian itu, seorang pelajar berinisial AADI berhasil diselamatkan dan segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara rekannya, NE, yang mengendarai sepeda motor diduga terbawa arus bersama kendaraannya.
Proses Pencarian dan Kendala di Lapangan
Selama operasi pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyisiran secara intensif mulai dari titik kejadian di Jembatan Desa Krajan RT 2 RW 3 Karangmalang hingga ke kawasan Waduk Jatibarang sebagai muara aliran sungai.
Pencarian menghadapi berbagai kendala, mulai dari arus sungai yang deras, tebing curam, hingga rimbunnya pepohonan yang menghambat pemantauan melalui drone.
Selain itu, kontur sungai yang dipenuhi batu dan tumpukan sampah juga menyulitkan proses penyisiran.
Tim SAR turut memfokuskan pencarian di area pertemuan sungai dan waduk yang dipenuhi tumpukan sampah menggunakan perahu karet.
Petugas pengelola waduk juga dilibatkan untuk memantau kemungkinan korban terbawa hingga saluran pembuangan.
Seluruh Korban dan Kendaraan Ditemukan
Moel menyebutkan, operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh korban serta dua sepeda motor yang terlibat dalam kejadian berhasil ditemukan.
Proses evakuasi berjalan lancar dan jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Dalam peristiwa tersebut, sepeda motor Honda Beat milik Fahma Musnun Nida, pelajar SMA 12 Semarang asal Boja, Kabupaten Kendal, juga sebelumnya ditemukan.
Fahma merupakan korban lain yang terseret arus di lokasi yang sama dan ditemukan meninggal pada Rabu (12/2) di tepi aliran sungai, sekitar delapan kilometer dari titik kejadian.
Sementara itu, satu korban lainnya, Alfa Ayuda Inaara (14), warga Limbangan, Kendal, berhasil selamat setelah tubuhnya tersangkut bambu di tepi sungai saat kejadian.
Ia diketahui berboncengan dengan korban NE menggunakan sepeda motor Honda Scoopy.
Dengan berakhirnya proses pencarian, pihak berwenang berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi wilayah rawan banjir, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Editor : Ali Mustofa