Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Deras Dini Hari, 14 Desa di Grobogan Terendam Banjir

S
Penulis: Sirojul Munir❯
TERENDAM BANJIR – Warga Lingkungan Bakalan Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi terdampak banjir dari luapan sungai Glugu, Senin (16/2)
TERENDAM BANJIR – Warga Lingkungan Bakalan Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi terdampak banjir dari luapan sungai Glugu, Senin (16/2)

GROBOGAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan sejak Minggu malam hingga Senin (16/2/2026) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.


Advertisement

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB akibat sungai-sungai yang tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap dan menggenangi permukiman serta akses jalan warga.

Data dari BPBD Grobogan sementara mencatat, sedikitnya 14 desa di delapan kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 15 sentimeter hingga satu meter.

Advertisement

Di Kecamatan Kedungjati, banjir terjadi di Desa Klitikan dengan ketinggian air 20–30 sentimeter.

Di Desa Kedungjati, air menggenangi Jalan Raya Kedungjati–Salatiga tepatnya di sebelah BPR BKK Kedungjati setinggi kurang lebih 20 sentimeter.

Sementara di Desa Wates, luapan Sungai Tuntang masuk ke permukiman warga dengan ketinggian 20–30 sentimeter. Kondisi di wilayah ini dilaporkan berangsur surut.

Advertisement

Di Kecamatan Tegowanu, banjir merendam Desa Tajemsari dan Desa Sukorejo.

Air setinggi 20–30 sentimeter menggenangi jalan perkampungan serta rumah warga. Hingga pagi hari, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut.

Kecamatan Gubug juga terdampak. Di Desa Penadaran, banjir merendam Dusun Sasak, Dusun Tegalrejo, dan Dusun Bantengan dengan ketinggian air mencapai 30–50 sentimeter.

Meski demikian, genangan air mulai menunjukkan tanda-tanda penyusutan.

Di Kecamatan Purwodadi, banjir menggenangi Kampung Jagalan Selatan, Kelurahan Purwodadi, dengan ketinggian 15–20 sentimeter.

Sementara di Perumahan Permata Hijau, Kelurahan Kalongan, air mencapai ketinggian kurang lebih satu meter.

Proses evakuasi warga masih dilakukan mengingat debit air yang cukup tinggi.

Wilayah Kecamatan Karangrayung juga terdampak. Di Desa Karangsono, air menggenangi permukiman warga.

Sedangkan di Desa Mojoagung, tepatnya Dusun Krasak, tanggul Sungai Jajar dilaporkan jebol sehingga air masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar 15–20 sentimeter.

Di Kecamatan Geyer, banjir merendam tiga rumah di Dusun Getas dan Dusun Geneng, Desa Bangsri, dengan ketinggian air mencapai 25 sentimeter.

Sementara itu, di Kecamatan Toroh, banjir terjadi di Desa Tambirejo dan Desa Krangganharjo.

Evakuasi warga terdampak dilakukan di Perumahan Janur Kuning, Desa Tambirejo.

Di Kecamatan Pulokulon, banjir akibat luapan Sungai Peganjing merendam Dusun Legundi, Desa Karangharjo, dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Sebanyak 30 warga dilaporkan melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.

Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tridarmanto mengatakan, petugas telah menerima laporan dari WAG Kebencanaan dan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

”Upaya evakuasi difokuskan di wilayah dengan genangan tertinggi, seperti Perumahan Permata Hijau, Kelurahan Kalongan, dan Perumahan Janur Kuning, Desa Tambirejo,” kata Wahyu Tridarmawanto. (mun)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Talang Bocor Pasar Kliwon Kudus Mulai Diperbaiki, Pedagang Tetap Berjualan

Talang Bocor Pasar Kliwon Kudus Mulai Diperbaiki, Pedagang Tetap Berjualan

Pemerintah Kabupaten Kudus mulai memperbaiki talang air yang bocor di Pasar Kliwon, khususnya di Blok A2.

Banjir Berulang di Grobogan, Hulu hingga Drainase Disorot

Banjir Berulang di Grobogan, Hulu hingga Drainase Disorot

Banjir Berulang di Grobogan, Hulu hingga Drainase Disorot

Lima Titik Rel di Grobogan Rawan Banjir, KAI Siaga Jelang Musim Hujan

Lima Titik Rel di Grobogan Rawan Banjir, KAI Siaga Jelang Musim Hujan

GROBOGAN – Lima titik jalur kereta api di Kabupaten Grobogan menjadi perhatian khusus PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menjelang musim hujan. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer