RADAR KUDUS - Fenomena buyuk semakin menjadi bahan perbicaraan yang hangat di kalangan penduduk di wilayah pantai utara Jawa Tengah terutama di Jepara, Pati, dan Rembang.
Buyuk adalah sejenis pohon rumbia atau nipah (Metroxylon sagu) yang terbawa oleh gelombang laut hingga terdampar di pantai dengan posisi berdiri, meskipun sudah terbawa jauh.
Kejadian ini sering kali terjadi setahun sekali pada musim hujan dan menarik perhatian karena karakteristiknya yang kuat.
Buyuk merujuk pada pohon rumbia yang tumbuh di hutan bakau atau area pasang surut di dekat tepi laut.
Pohon ini memiliki batang yang kokoh dengan tinggi mencapai 20 sampai 30 meter, daun yang rimbun, dan akar yang sangat kuat mencengkeram tanah, sehingga bisa bertahan dari hantaman ombak.
Ia terbawa arus dari tempat asalnya, kemungkinan besar dari hutan mangrove yang letaknya jauh di utara, dan muncul dengan cara yang misterius di pantai Jepara seperti di Pantai Bandengan atau Bondo.
Warga pinggir laut percaya bahwa kedatangan buyuk adalah tanda berakhirnya musim hujan dan kedatangan musim kemarau, sehingga membuat cuaca menjadi ideal untuk para nelayan melaut dengan hasil yang melimpah.
Beberapa orang juga mengaitkan kemunculan buyuk dengan simbol keberuntungan, harapan hidup, atau malah sebagai tanda akan terjadinya bencana banjir dan masalah di lautan.
Fenomena ini dirayakan dengan rasa syukur sebagai simbol kearifan lokal, meskipun asal usulnya tetap menjadi misteri.
Dari sudut pandang ilmiah, buyuk hanyalah pohon rumbia yang mengapung dengan stabil berkat bentuk batang dan sistem akarnya yang terbawa oleh arus laut dari area bakau.
Di Jepara, buyuk terakhir kali terlihat pada awal tahun 2025, menegaskan narasi tahunan mengenai fenomena ini. (Anita Fitriani)
Editor : Mahendra Aditya