MAGELANG – Tugu yang berada di puncak Gunung Andong, Kabupaten Magelang, mengalami kerusakan parah setelah tersambar petir pada Minggu (4/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi menjelang waktu maghrib, saat hujan lebat disertai petir melanda kawasan Gunung Andong, termasuk wilayah Ngablak, Grabag, dan sekitarnya.
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Pagergunung, Lukas Munadi, membenarkan insiden tersebut.
Baca Juga: Sholat Rajin, Maksiat Jalan: Di Mana Letak Kekeliruannya?
Ia menyampaikan bahwa sambaran petir terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan menyebabkan kerusakan pada bangunan tugu puncak.
“Benar, kejadian tersambar petir itu terjadi Minggu, 4 Januari 2026 sekitar pukul 17.30 WIB. Dampaknya, Tugu Puncak Gunung Andong mengalami kerusakan,” ujar Lukas saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, saat kejadian kondisi cuaca sedang buruk dengan hujan deras dan kilatan petir yang cukup intens.
Karena posisi tugu berada di titik tertinggi puncak, bangunan tersebut menjadi sasaran sambaran petir.
“Di puncak, posisi tugu paling tinggi, sehingga kemungkinan besar tersambar di bagian itu,” jelasnya.
Lukas memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan informasi dari pengelola basecamp, saat hujan deras berlangsung, tidak ada pendaki yang diizinkan untuk melakukan pendakian.
Baca Juga: Hari Ini Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Melonjak, Kenaikan Tembus Rp26 Ribu per Gram
“Pada saat itu, basecamp tidak mengizinkan pendaki naik karena kondisi cuaca ekstrem,” imbuhnya.
Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan tugu tersebut pertama kali dibangun.
Diketahui, akibat sambaran petir tersebut, tiang bendera Merah Putih yang berada di tugu puncak ikut roboh.
Sementara itu, Ketua Basecamp Taruna Jayagiri Pendakian Gunung Andong, Sawit Maisaro, menyampaikan bahwa tugu tersebut dibangun sekitar Juni 2025.
Ia memastikan pihak pengelola akan melakukan perbaikan.
Baca Juga: Viral Video Zikir di Candi Prambanan Tuai Polemik, Pengelola dan Kemenag Jepara Angkat Bicara
“Terkait tugu, kami akan melakukan renovasi kembali,” ujarnya.
Sawit juga mengingatkan para pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan dengan membawa perlengkapan yang memadai saat beraktivitas di alam terbuka.
Ia menyarankan pendakian tektok Gunung Andong dilakukan pada pagi hari agar lebih aman.
“Mengingat cuaca saat ini tidak menentu, kami mengimbau pengunjung untuk lebih waspada dan selalu memprioritaskan keselamatan,” pungkasnya.