RADAR KUDUS – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di ruas Tol Jalur A KM 426.400, wilayah Ungaran Timur, pada Selasa (6/1/2026) pagi, melibatkan sebuah minibus Toyota Hiace bernopol B 7047 PXU dan truk crane Mitsubishi bernopol B 9241 VB.
Diketahui, penumpang minibus tersebut merupakan rombongan guru Yayasan Marsudirini asal Bekasi.
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani mengungkapkan, rombongan dalam kendaraan Hiace itu adalah para guru dari Susteran Yayasan Marsudirini yang tengah melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bawen.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Tol Semarang–Bawen, Hiace Rombongan Guru Tabrak Truk Crane, Begini Kronologinya
“Kendaraan Hiace tersebut membawa rombongan guru dari Yayasan Marsudirini Bekasi. Mereka berangkat dari Jakarta dengan tujuan akhir ke Bawen dan mengalami kecelakaan di KM 426,” jelasnya.
Minibus tersebut mengangkut total 14 penumpang dan melaju dari arah Semarang menuju Bawen.
Pasca kejadian, sebanyak 10 korban dilarikan ke RSUD Ungaran untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari jumlah tersebut, lima orang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Elisabeth Semarang.
“Informasi terakhir, satu penumpang meninggal dunia dan jenazah saat ini berada di RSUD Ungaran,” ujar AKP Lingga.
Ia menambahkan, empat korban masih menjalani observasi oleh tim medis, sementara penumpang lainnya diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Hingga kini, polisi belum bisa meminta keterangan dari sopir minibus.
“Pengemudi belum dapat kami mintai keterangan. Namun berdasarkan informasi dari penumpang lain, sebelum kejadian sopir terindikasi mengantuk,” terangnya.
Saat ini, Satlantas Polres Semarang masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 05.20 WIB.
Toyota Hiace yang dikemudikan Totot Andriyanto (56), warga Batam, melaju dari arah Semarang menuju Bawen dan menabrak bagian belakang truk crane yang dikemudikan Andi Slamet Suwandi (55), yang berjalan searah di depannya.
Akibat benturan keras tersebut, satu penumpang Hiace bernama Terodius Heru Sucahya (57), warga Koja, Jakarta Utara, meninggal dunia.
Korban mengalami cedera berat di bagian kepala serta luka lecet pada kaki kiri.
AKP Lingga menyebutkan, dugaan awal kecelakaan dipicu oleh kurangnya konsentrasi pengemudi sehingga jarak dengan kendaraan di depan terlalu dekat dan tidak sempat menghindar.
Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan enam penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Ungaran untuk mendapatkan perawatan.
Sementara itu, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Diketahui, rombongan Hiace tersebut merupakan guru dari SMA Fons Vitae 2 Marsudirini Jakarta.
Korban meninggal dunia, Terodius Heru Sucahya, S.Si, diketahui menjabat sebagai kepala sekolah di SMA tersebut.
Peristiwa kecelakaan ini juga sempat viral di media sosial setelah video kondisi kendaraan yang ringsek beredar luas.
Satlantas Polres Semarang mengimbau para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan jarak jauh, untuk memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara.
“Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya segera beristirahat demi keselamatan bersama,” tegas AKP Lingga.