RADAR KUDUS – Misteri di balik kematian Ferlin Andreas (44), warga Desa Kliris, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, perlahan mulai menemukan titik terang.
Ferlin sebelumnya ditemukan dalam kondisi tergantung dengan sebilah pisau tertancap di dadanya.
Polisi kini mengungkapkan hasil autopsi awal terhadap jasad pria tersebut.
Baca Juga: Ditemukan Tanpa Busana di Kamar Hotel, Penyebab Kematian Dosen Untag Semarang Masih Misteri
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan forensik menunjukkan Ferlin meninggal akibat luka tusuk.
“Berdasarkan autopsi sementara dari tim forensik, FA dinyatakan meninggal karena luka tusuk di area dada, serta ditemukan bekas jeratan pada bagian leher,” kata Hendry saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/11/2025).
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah Ferlin menjadi korban tindak pidana atau justru melakukan tindakan bunuh diri.
Satreskrim Polres Kendal masih terus melakukan penyelidikan.
“Untuk simpulan apakah ini kasus pembunuhan atau bunuh diri, kami belum dapat menetapkannya. Proses penyelidikan masih berjalan,” ujarnya.
Menurut Hendry, hingga kini polisi telah memeriksa sepuluh orang saksi yang terdiri dari tetangga, warga sekitar, dan keluarga dari pihak istri korban.
Pihak penyidik juga masih menunggu hasil lengkap olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh tim gabungan dari Labfor Polda Jawa Tengah, Inafis Polda Jateng, dan Inafis Polres Kendal pada Selasa (18/11).
“Kami berharap hasil olah TKP dari tim gabungan dapat memberikan gambaran jelas mengenai penyebab kematian korban,” ucapnya.
Sebelumnya, tim forensik dari Labfor dan Inafis melakukan pemeriksaan lanjutan di rumah Ferlin.
Olah TKP difokuskan pada kamar mandi, ruang tidur, ruang tamu, serta sejumlah titik lain yang dianggap relevan.
Petugas Labfor mengumpulkan berbagai sampel dan menelusuri sidik jari yang menempel pada barang-barang milik korban.
Kapolres Hendry membenarkan bahwa sejumlah barang milik korban maupun milik istrinya, Dinda, turut diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Baca Juga: Gagal Deal dengan Malut United, PSIS Semarang Akhirnya Diambil Alih Istri Bos Persela Lamongan
Pada proses olah TKP tersebut, petugas menemukan bercak darah pada tirai jendela, namun belum bisa dipastikan apakah bercak itu milik korban atau orang lain.
Hasil dari olah TKP belum dapat diumumkan, karena seluruh sampel akan diuji lebih dalam di laboratorium forensik.
Dari lokasi kejadian, polisi membawa beberapa barang bukti, antara lain linggis, pisau, rokok, korek api, tali rafia serta asbak.
Sementara itu, keberadaan istri korban, Pradinda Eka Setyani, hingga kini tidak diketahui.
Nomor ponselnya juga tidak aktif sejak penemuan jenazah. Menurut pengakuan salah satu tetangga, Hadi, ia tak melihat Dinda selama dua bulan terakhir.
“Waktu jenazah ditemukan, saya coba hubungi istrinya, tapi nomornya sudah tidak aktif,” kata Hadi.
Kasus ini bermula ketika warga mencium bau menyengat dari arah rumah Ferlin pada Jumat malam (14/11).
Setelah ditelusuri, ditemukan air selokan bercampur darah di depan rumah. Ketika warga dan petugas keamanan berusaha masuk ke dalam, mereka mendapati Ferlin sudah tidak bernyawa di kamar mandi.
Jasadnya ditemukan dalam keadaan tergantung dengan pisau tertancap di dada.
Tim Inafis Polres Kendal bersama Polsek Boja langsung melakukan olah TKP, kemudian membawa jenazah ke RS Bhayangkara Semarang untuk autopsi lanjutan guna memastikan penyebab kematian.
Editor : Ali Mustofa