Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bencana Longsor Banjarnegara: Dua Korban Meninggal, Puluhan Warga Terjebak di Hutan

Ali Mustofa • Senin, 17 November 2025 | 22:29 WIB

Bencana tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Bencana tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah.

RADAR KUDUS – Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa tanah longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.

Sementara itu, sebanyak 49 orang lainnya masih terjebak di kawasan hutan sekitar lokasi bencana.

Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, pada Senin (17/11/2025) menyebutkan bahwa kedua korban jiwa tersebut terdiri dari seorang pria dan seorang perempuan.

Baca Juga: 27 Warga Diduga Tertimbun Longsor Banjarnegara, Ratusan Mengungsi, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian

Menurut Bergas, petugas masih melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan apakah masih ada warga lain yang dilaporkan hilang.

Mengenai 49 warga yang sempat terisolasi, ia menjelaskan bahwa mereka kini sudah ditemani oleh personel SAR dan tengah diarahkan menuju titik pengungsian.

“Saat kejadian, kemungkinan mereka berada di area ladang atau kebun. Begitu longsor terjadi, mereka memilih naik ke hutan untuk menyelamatkan diri. Sejak tadi malam tim Basarnas dan relawan SAR sudah mendampingi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca yang masih belum stabil membuat warga sementara diminta bertahan.

“Pagi ini mereka sudah mulai turun perlahan menuju lokasi yang lebih aman,” ujarnya.

Keterangan serupa disampaikan Kabid Kedaruratan BPBD Banjarnegara, Raib Saekhudin.

Baca Juga: Istri Jenderal (Purn) Wiranto Wafat, Dimakamkan di Astana Wukir Sirna Raga Karanganyar, Begini Profil dan Perjalanan Hidupnya

Ia mengatakan dua warga dipastikan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih terjebak akibat bencana tersebut.

“Benar, ada dua korban meninggal. Satu di antaranya meninggal di RSUD dan satu ditemukan di lokasi kejadian. Tapi dua yang masih terjebak itu bukan bagian dari korban meninggal,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa longsor yang terjadi di Desa Pandanarum pada Minggu (16/11) juga menimbun sekitar 20 rumah warga.

Bencana tersebut pertama kali terjadi pada Sabtu (15/11) sore, menyebabkan puluhan rumah rusak parah dan sejumlah warga tertimbun material.

Menurut laporan BNPB hingga Senin (17/11), sekitar 27 warga masih diduga tertimbun tanah.

“Kami menerima informasi dari BPBD Banjarnegara bahwa hingga hari ini masih ada 27 warga yang belum ditemukan,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Baca Juga: Jenazah Istri Wiranto Tiba di Solo, Prosesi Penyambutan Berlangsung Khidmat

Abdul menjelaskan bahwa operasi pencarian masih terus dilakukan.

Dua warga telah ditemukan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka, sementara 823 warga terpaksa mengungsi untuk menghindari risiko lanjutan.

Korban luka telah dirawat di RSUD Banjarnegara dan Puskesmas Pandanarum.

Tiga lokasi digunakan sebagai tempat pengungsian, yaitu Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan Gedung Haji Desa Pringamba.

Selain memakan korban jiwa, longsor juga merusak 30 rumah serta menghancurkan lahan pertanian dan perkebunan di sekitarnya.

Operasi pencarian pada Senin sore masih terus dilanjutkan.

BNPB menyebut estimasi jumlah warga hilang berasal dari laporan langsung para petugas di lapangan.

“Penyisiran terus dilakukan di zona yang tertutup material. Hingga kini 27 orang masih belum ditemukan,” jelas Abdul.

Baca Juga: Polisi Sebut Ibu Terduga Pelaku Pembuang Bayi di Rembang Berstatus Perantauan dan Masih Lajang

Longsor dipicu oleh hujan deras sejak siang hari, membuat tebing di atas permukiman tidak mampu menahan volume air dan akhirnya runtuh.

Material longsor meluas hingga area kebun dan lahan pertanian warga.

Sebanyak 34 warga yang sempat bertahan di area hutan berhasil ditemukan dan dievakuasi. Lebih dari 800 orang kini berada di pengungsian dengan pengawasan tim gabungan.

BPBD Banjarnegara menyebut kondisi tanah di Desa Situkung tergolong labil sehingga sangat rentan bergerak saat curah hujan meningkat.

Proses pencarian dilakukan dengan bantuan alat berat dan anjing pelacak untuk mempercepat penemuan korban.

Baca Juga: Gerakkan Perekonomian Rakyat, Baznas Blora Beri Bantuan Budidaya Ayam Petelur Senilai Rp 279 Juta

Petugas dari Basarnas, BPBD, TNI–Polri, serta para relawan masih bertahan di lokasi untuk melanjutkan operasi penyelamatan.

Kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi bahan makanan, air bersih, selimut, matras, hygiene kit, serta perlengkapan keluarga.

Data BNPB terakhir mencatat 27 warga masih hilang, dua meninggal dunia, serta dua orang menjalani perawatan akibat luka-luka.

Sedikitnya 30 rumah hancur dan puluhan hektare lahan pertanian tertimbun dalam bencana yang terjadi pada Sabtu (15/11) tersebut.

Upaya pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan tanpa henti.

Editor : Ali Mustofa
#hujan deras #banjarnegara #lahan pertanian #meninggal #longsor #korban jiwa