Banjarnegara – Tanah longsor kembali melanda wilayah pegunungan di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.
Material tanah yang bergerak sejak Sabtu hingga Minggu (16/11/2025) menimpa permukiman warga dan merusak 20 rumah. Dua warga dilaporkan masih terjebak di lokasi terdampak.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan pergerakan tanah sudah terpantau sejak hari sebelumnya dan pada Minggu terjadi longsoran susulan yang langsung mengenai deretan rumah warga.
“Informasi awal tanah sudah retak sejak Sabtu, kemudian bergerak lagi. Longsoran lanjutan itulah yang menimpa permukiman. Data sementara ada 20 rumah yang terdampak, ” ujar Bergas.
Dua Warga Belum Terjangkau Tim Penyelamat
Bergas mengungkapkan bahwa hingga saat ini ada dua orang yang belum dapat dihubungi dan diduga masih berada di dalam rumah yang tertutup material longsor.
“Ada dua jiwa yang terjebak, tapi posisi tepatnya belum bisa dipastikan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah selamat atau tidak karena area longsoran sulit dijangkau,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah warga yang berada di ladang dan hutan saat longsor terjadi sempat melarikan diri ke tempat tinggi. Petugas kini mengevakuasi mereka ke titik kumpul yang aman.
Longsoran Bergerak Perlahan, Evakuasi Masih Mungkin Dilakukan
Menurut Bergas, longsoran di lokasi tidak bergerak cepat sehingga masih ada peluang untuk mengevakuasi korban, terutama jika bagian atap rumah belum tertutup total.
“Kalau materialnya bergerak pelan dan genteng rumah masih terlihat, evakuasi bisa dilakukan dari bagian atas,” katanya.
Satu warga dilaporkan mengalami luka dan telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Ia menambahkan bahwa kawasan Pandanarum termasuk daerah rawan karena berada di dataran tinggi dekat Petungkriyono.
Pengungsi Terus Bertambah
BPBD Jawa Tengah langsung membuka layanan darurat dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD Banjarnegara, Raib Saekhudin, mengatakan bahwa sejak pagi masyarakat sudah memperhatikan adanya retakan tanah di area permukiman.
“Tanah masih terus bergerak, jadi warga diarahkan mengungsi ke kantor kecamatan. Hingga pukul 19.00 WIB, pengungsi yang tercatat sudah mencapai 480 orang,” ujar Raib.
Ia menyebutkan bahwa jumlah rumah terdampak kemungkinan bertambah seiring pendataan lanjutan.
“Yang sudah teridentifikasi 20 rumah tertutup longsor dalam satu RT, dan pendataan masih berlangsung. Dua orang masih belum bisa dipastikan keberadaannya,” katanya.
Raib memastikan seluruh tim gabungan masih fokus pada pencarian warga dan pemantauan kondisi tanah sambil terus memperbarui informasi dari lapangan.
Editor : Mahendra Aditya